BMKG Prakirakan Hujan Merata Selasa, 24 Februari 2026

Selasa, 24 Februari 2026 | 10:59:47 WIB
BMKG Prakirakan Hujan Merata Selasa, 24 Februari 2026

JAKARTA - Sejumlah kota besar di Indonesia diprediksi menghadapi kondisi cuaca basah pada Selasa, 24 Februari 2026. Pola hujan yang merata dari wilayah barat hingga timur membuat aktivitas masyarakat perlu disesuaikan, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan. 

Selain hujan ringan hingga sedang, potensi hujan disertai petir juga mengintai beberapa kota. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra, baik bagi pengguna jalan, pekerja lapangan, maupun masyarakat yang bermukim di wilayah rawan cuaca ekstrem.

Dalam keterangan resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan hujan bakal merata guyur kota-kota di Indonesia dari barat hingga timur, hari ini, Selasa, 24 Februari 2026. Potensi cuaca hujan diprediksi mulai dari hujan ringan hingga disertai petir di sejumlah wilayah. 

Variasi intensitas hujan tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi atmosfer saat ini cukup dinamis, sehingga perubahan cuaca bisa terjadi relatif cepat dalam kurun waktu singkat.

Prakirawan BMKG Yuyun mengimbau masyarakat untuk mengecek informasi cuaca secara realtime, melalui laman dan media sosial resmi BMKG. Imbauan ini penting mengingat perkembangan cuaca yang cepat dapat memengaruhi rencana perjalanan, aktivitas ekonomi, hingga keselamatan warga. 

Dengan memantau informasi terkini, masyarakat diharapkan bisa melakukan langkah antisipasi, seperti menyesuaikan waktu bepergian, menyiapkan perlindungan dari hujan, serta menghindari lokasi rawan sambaran petir.

Sebaran Potensi Hujan Di Wilayah Barat

Wilayah barat Indonesia diprediksi didominasi kondisi hujan ringan hingga hujan disertai petir. Prakiraan cuaca 24 Februari 2026 menunjukkan hujan petir berpotensi terjadi di Samarinda dan Tanjung Selor. 

Selain itu, potensi petir juga diperkirakan terjadi di Bengkulu. Kondisi ini perlu diwaspadai karena sambaran petir berpotensi membahayakan keselamatan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di ruang terbuka atau dekat area terbuka.

Sementara itu, hujan ringan diprediksi mengguyur Pekanbaru, Padang, Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin. Meski intensitasnya tergolong ringan, hujan yang terjadi secara merata tetap dapat memengaruhi kelancaran lalu lintas, meningkatkan risiko jalan licin, serta memicu genangan di titik-titik rawan. 

Oleh karena itu, kewaspadaan tetap diperlukan, khususnya pada jam-jam sibuk.

Adapun kondisi berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Medan, Banda Aceh, Tanjung Pinang, dan Surabaya. Meski tidak selalu diiringi hujan, awan tebal bisa menjadi indikasi potensi hujan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat di wilayah ini tetap dianjurkan untuk menyiapkan perlengkapan hujan dan memantau pembaruan prakiraan cuaca.

Kondisi Cuaca Di Wilayah Timur Indonesia

Di wilayah timur, variasi intensitas hujan juga terlihat cukup beragam. Hujan petir diprediksi terjadi di Denpasar dan Mamuju. Kondisi ini perlu menjadi perhatian khusus karena hujan disertai petir sering kali datang dengan angin kencang sesaat, yang dapat memicu pohon tumbang atau gangguan aktivitas transportasi.

Hujan lebat diperkirakan mengguyur Makasar. Intensitas hujan yang tinggi berpotensi meningkatkan risiko genangan hingga banjir lokal, terutama di kawasan dengan sistem drainase yang kurang optimal. 

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi peningkatan debit air di sungai dan saluran air, serta menghindari area rawan genangan jika tidak memiliki keperluan mendesak.

Untuk hujan sedang, potensi cuaca ini diprediksi terjadi di Palu, Gorontalo, Manado, Kendari, Kupang, dan Merauke. Sementara hujan ringan berpotensi terjadi di Mataram, Ternate, Ambon, dan sebagian besar Papua. Meskipun intensitasnya lebih ringan, hujan yang terjadi secara merata tetap dapat berdampak pada aktivitas harian masyarakat, terutama di sektor transportasi darat, laut, dan udara.

Pentingnya Memantau Informasi Cuaca Realtime

BMKG menekankan pentingnya masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca secara realtime melalui kanal resmi. Perubahan kondisi atmosfer dapat terjadi dengan cepat, sehingga pembaruan informasi menjadi kunci utama dalam pengambilan keputusan, baik untuk perjalanan, aktivitas kerja, maupun kegiatan luar ruangan lainnya.

 Dengan informasi yang akurat dan terkini, risiko akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan.

Prakirawan BMKG Yuyun mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan potensi cuaca buruk, terutama hujan disertai petir. Selain risiko keselamatan, cuaca ekstrem juga dapat berdampak pada gangguan jaringan listrik, keterlambatan transportasi, hingga penurunan jarak pandang di jalan raya. Kewaspadaan sejak dini menjadi langkah sederhana namun penting untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Antisipasi Aktivitas Harian Di Tengah Cuaca Basah

Kondisi hujan merata dari barat hingga timur Indonesia membuat penyesuaian aktivitas menjadi hal yang perlu dipertimbangkan. Bagi pengguna kendaraan bermotor, kehati-hatian di jalan menjadi kunci utama untuk menghindari kecelakaan akibat jalan licin. Pengendara juga disarankan memastikan kondisi kendaraan prima, terutama sistem pengereman dan pencahayaan.

Bagi masyarakat yang bekerja di luar ruangan, perlindungan diri dari hujan dan petir perlu diutamakan. Menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan petir serta menjauhi area terbuka saat terjadi kilat menjadi langkah keselamatan yang penting. 

Sementara itu, bagi warga di wilayah rawan genangan, kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan air meluap perlu ditingkatkan dengan memastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat.

Dengan potensi hujan yang merata dan variasi intensitas di berbagai wilayah, kesadaran kolektif untuk selalu waspada menjadi kunci menghadapi kondisi cuaca hari ini. Mengikuti imbauan BMKG dan memantau informasi resmi secara berkala dapat membantu masyarakat menjalani aktivitas dengan lebih aman di tengah cuaca yang dinamis.

Terkini