Shopee Pay Memimpin Survei Ipsos Sebagai E-Wallet Paling Terkenal

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:07:41 WIB
Shopee Pay Memimpin Survei Ipsos Sebagai E-Wallet Paling Terkenal

JAKARTA - Hasil survei terbaru dari Ipsos mengungkapkan bahwa Shopee Pay menjadi merek e-wallet yang paling pertama diingat oleh konsumen Indonesia. 

Dalam riset tersebut, Shopee Pay menguasai posisi teratas dengan persentase sebesar 41%, menunjukkan bahwa merek ini memiliki pengaruh yang kuat di benak masyarakat. 

Posisi ini penting karena menunjukkan dominasi merek dalam hal pengenalan brand, yang pada gilirannya mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih metode pembayaran digital mereka.

Sebagai indikator penting dalam mengukur kekuatan merek, posisi top of mind sangat relevan. Ketika suatu merek menjadi yang pertama kali disebut dalam pikiran konsumen, hal ini dapat berimplikasi langsung pada loyalitas dan frekuensi penggunaan layanan tersebut. 

Di posisi kedua dalam survei ini, Dana mencatatkan angka 26%, disusul GoPay dengan 23%, dan OVO yang berada di angka 8%. Data ini menggambarkan betapa kuatnya posisi Shopee Pay di pasar e-wallet Indonesia saat ini.

Pentingnya Status Top of Mind dalam Industri E-Wallet

Menurut Andi Sukma, Executive Director Ipsos Indonesia, status top of mind mencerminkan kekuatan merek dari perspektif konsumen.

“Top of mind menunjukkan bagaimana brand tersebut berkuasa dalam mindset masyarakat, dan ini menjadi salah satu indikator utama dalam menilai keberhasilan sebuah merek,” ujar Andi. 

Status ini tidak hanya menunjukkan seberapa banyak konsumen mengingat suatu merek, tetapi juga berkaitan erat dengan tingkat loyalitas mereka terhadap merek tersebut.

Andi menambahkan bahwa bagi banyak pemain di industri e-wallet, mencapai posisi top of mind adalah salah satu tujuan utama. Ketika sebuah merek mampu menjadi yang pertama diingat, hal ini berhubungan langsung dengan kecenderungan konsumen untuk memilih merek tersebut secara otomatis tanpa perlu banyak berpikir. 

Bahkan, dalam banyak kasus, merek yang memiliki status top of mind ini tidak perlu mengeluarkan kampanye besar-besaran untuk tetap mempertahankan posisinya di pasar karena konsumen sudah memiliki kepercayaan dan loyalitas yang tinggi.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Preferensi Konsumen Terhadap E-Wallet

Selain mengukur popularitas merek, survei Ipsos juga menelusuri faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih e-wallet. 

Tiga komponen utama muncul sebagai faktor paling penting dalam menarik perhatian konsumen: bebas biaya administrasi (free admin fee), program cashback, dan diskon merchant.

Berdasarkan hasil survei, 79% konsumen menyebutkan bahwa mereka sangat memperhatikan apakah e-wallet menawarkan bebas biaya administrasi, yang berarti tidak ada biaya tambahan saat melakukan transfer, mengisi saldo, atau melakukan transaksi lainnya di dalam aplikasi. 

Program cashback menempati urutan kedua dengan 71% dari responden, sementara diskon merchant berada di posisi ketiga dengan 66%. 

Hal ini menunjukkan bahwa konsumen semakin sensitif terhadap keuntungan langsung yang mereka dapatkan dari promo yang ditawarkan oleh platform e-wallet.

Konsumen Mencari Promosi yang Terasa Langsung Manfaatnya

Andi Sukma menjelaskan bahwa konsumen saat ini lebih memilih strategi promosi yang memberikan manfaat yang dapat mereka rasakan langsung. 

“Konsumen lebih menyukai promo yang memberikan keuntungan instan, seperti cashback atau diskon di merchant tertentu,” katanya. 

Menurut Andi, promosi seperti bebas biaya administrasi adalah hal yang paling dicari oleh konsumen, karena hal ini mengurangi beban transaksi yang sering dirasakan saat menggunakan layanan digital.

Ketika e-wallet menawarkan promosi semacam ini, konsumen merasa lebih terbantu dalam melakukan transaksi sehari-hari tanpa khawatir akan biaya tambahan yang tidak terduga. Di sisi lain, cashback dan diskon merchant menjadi insentif yang langsung memberikan keuntungan finansial, yang semakin meningkatkan daya tarik e-wallet di mata konsumen. 

Konsumen semakin selektif dalam memilih platform yang memberikan nilai lebih, dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain di industri e-wallet untuk terus berinovasi dalam menawarkan promosi yang menarik dan menguntungkan.

Dampak Positif Top of Mind Terhadap Loyalitas Konsumen

Mencapai posisi top of mind ternyata bukan hanya soal seberapa besar pengenalan merek, tetapi juga berhubungan langsung dengan tingkat loyalitas konsumen. 

Seperti yang diungkapkan Andi, merek yang menjadi top of mind biasanya memiliki hubungan yang kuat dengan konsumennya, yang berpotensi untuk terus memilih layanan tersebut tanpa harus banyak dipromosikan. Loyalitas ini menjadi modal penting dalam membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan, serta mendongkrak kinerja bisnis perusahaan.

Merek yang memiliki posisi ini tidak hanya lebih mudah untuk mempertahankan pelanggan yang ada, tetapi juga lebih mungkin untuk menarik pelanggan baru. Dalam jangka panjang, hal ini akan mempengaruhi performa dan daya saing merek di pasar yang semakin kompetitif. 

Shopee Pay, dengan statusnya sebagai e-wallet yang pertama kali diingat oleh konsumen, berpotensi untuk terus memimpin pasar dan memperkuat posisinya sebagai pilihan utama bagi para pengguna e-wallet di Indonesia.

Terkini