JAKARTA - Pembangunan hunian tetap (huntap) untuk warga terdampak banjir di Kampung Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, terus berlanjut dengan intensitas tinggi.
Proyek ini bertujuan untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat yang terdampak bencana, dan dijadwalkan akan selesai dan siap huni setelah Lebaran.
Proyek tersebut melibatkan Polri dalam pembangunan rumah bagi 150 kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir besar yang melanda daerah tersebut.
Kapolda Aceh, Marzuki Ali Basyah, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan pada 24 Februari 2026, guna memastikan bahwa proyek ini berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan.
Proses pemulihan pascabanjir diharapkan berjalan cepat dan lancar, sehingga masyarakat bisa segera kembali ke kehidupan normal mereka.
Percepatan Pembangunan Huntap untuk Masyarakat Terdampak
Saat peninjauan, Marzuki memberikan informasi terkait progres pembangunan hunian tetap yang terdiri dari 150 unit rumah. Rumah-rumah tersebut dibangun di atas lahan seluas 7,5 hektare yang sebelumnya digenangi air selama banjir. Menurutnya, proses pemerataan lahan telah mencapai 80 persen, sementara pembangunan fisik bangunan sendiri baru mencapai 45 persen.
Ia mengungkapkan bahwa pengerjaan dilakukan secara gotong royong, melibatkan masyarakat setempat yang bekerja siang dan malam untuk mengejar target penyelesaian proyek.
“Kami terus bekerja keras untuk menyelesaikan pembangunan ini sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan. Saat ini, pengerjaan lahan sudah hampir selesai dan kami berharap pengerjaan bangunan fisik bisa lebih cepat,” kata Marzuki.
Ia juga mengungkapkan bahwa pengerjaan huntap ini dilakukan dengan semangat kebersamaan, dan pihaknya memerlukan dukungan penuh dari semua pihak agar bisa mempercepat proses pembangunan dan memastikan bahwa hunian tetap ini bisa selesai tepat waktu.
Dalam beberapa minggu ke depan, proses pemerataan lahan dan pembangunan fisik akan terus dilanjutkan dengan tujuan agar masyarakat bisa segera menempati rumah mereka yang baru.
Target Penyelesaian Pembangunan Setelah Lebaran
Marzuki menjelaskan bahwa target penyelesaian pembangunan huntap adalah pada Mei 2026. Namun, jika memungkinkan, tahap finishing rumah akan dilakukan segera setelah Lebaran atau menjelang Hari Raya Iduladha.
Dengan target yang jelas, pihak berwenang berkomitmen untuk memberikan perhatian penuh pada penyelesaian rumah ini, agar masyarakat bisa segera tinggal di rumah yang layak dan nyaman.
“Penyelesaian pembangunan ini sangat penting bagi masyarakat yang telah lama menderita akibat banjir. Kami ingin memastikan bahwa mereka bisa segera menempati rumah baru mereka setelah Lebaran dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik,” ungkapnya.
Kecepatan pembangunan ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi mereka yang terdampak bencana, tetapi juga untuk memulihkan semangat dan kehidupan sosial masyarakat yang sempat terhenti akibat bencana alam tersebut. Oleh karena itu, pihak berwenang berupaya keras agar proses pembangunan berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu.
Masyarakat Diharapkan Bisa Menempati Rumah Layak Pasca Lebaran
Kapolda Aceh menambahkan bahwa penyelesaian pembangunan rumah setelah Lebaran diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Aceh Tamiang.
Dengan hunian tetap yang layak, masyarakat yang sebelumnya hidup dalam kesulitan akibat bencana dapat memulai kehidupan baru mereka dengan lebih nyaman.
Marzuki berharap, dengan penyelesaian rumah-rumah ini, masyarakat terdampak bisa segera menempati rumah yang aman dan layak huni untuk melanjutkan aktivitas sehari-hari mereka.
“Target kami adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga yang terdampak bencana agar mereka bisa kembali menjalani kehidupan normal. Kami berharap dengan rumah yang baru ini, mereka bisa merasakan kehidupan yang lebih baik,” tutup Marzuki.