JAKARTA - Menteri Agama, Nasaruddin Umar, baru-baru ini melepas 29 mahasiswa penerima beasiswa Program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI), yang akan menjalani program short course di Amerika Serikat.
Program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas keilmuan kader ulama Indonesia melalui akses ke jejaring akademik internasional.
Dari 29 peserta, 21 di antaranya akan mengikuti pembelajaran di University of California, Riverside, sementara delapan peserta lainnya akan belajar di Hartford International University.
Melalui program ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan kualitas ulama di Indonesia, sehingga mereka tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu menghadapi tantangan global dengan perspektif yang lebih terbuka dan berdaya saing.
Menteri Agama mengingatkan para peserta untuk memanfaatkan kesempatan belajar ini sebaik-baiknya, karena peluang seperti ini tidak datang dengan mudah.
Tujuan Program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal
Program PKUMI merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempersiapkan ulama masa depan yang memiliki pengetahuan agama yang mendalam, wawasan kebangsaan yang luas, dan kemampuan untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan global.
Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa yang lolos seleksi ketat dan dianggap memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin keagamaan yang moderat dan konstruktif.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa pengiriman kader ulama ke pusat-pusat pendidikan internasional, seperti di Amerika Serikat, tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas keilmuan mereka, tetapi juga untuk memperkuat diplomasi keilmuan Indonesia di dunia internasional.
Dengan begitu, para peserta diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan dan perspektif baru yang akan bermanfaat bagi umat dan bangsa.
Pesan Menteri Agama untuk Para Penerima Beasiswa
Dalam kesempatan pelepasan para peserta beasiswa, Nasaruddin Umar memberikan pesan yang kuat untuk para mahasiswa. Ia menegaskan bahwa kesempatan ini adalah sebuah amanah yang harus dijalankan dengan kesungguhan dan tanggung jawab.
Menurutnya, belajar di luar negeri bukanlah hal yang mudah dan tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama.
"Kesempatan ini tidak datang kepada semua orang. Oleh karena itu, fokuslah menuntut ilmu, perkaya wawasan, dan hargai setiap waktu yang kalian miliki," ujar Nasaruddin Umar.
Menag juga menekankan pentingnya disiplin waktu dan kesungguhan dalam menuntut ilmu. Ia mengingatkan para peserta bahwa setiap waktu belajar adalah kesempatan berharga yang tidak boleh disia-siakan. Disiplin dan ketekunan dalam belajar menjadi kunci utama dalam pembentukan ulama masa depan yang kompeten.
Manfaat Jangka Panjang untuk Umat dan Masyarakat
Lebih jauh, Menteri Agama berharap agar ilmu yang diperoleh selama program ini tidak hanya bermanfaat bagi diri peserta, tetapi juga untuk umat.
Para kader ulama diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk kemaslahatan masyarakat. Dengan pengalaman global yang mereka dapatkan, diharapkan mereka dapat menjadi penghubung antara tradisi keilmuan Indonesia dan tantangan serta perkembangan dunia internasional.
“Ilmu yang diperoleh harus kembali kepada umat. Kalian diharapkan menjadi penghubung antara tradisi keilmuan Indonesia dan pengalaman global yang bermanfaat bagi masyarakat,” pesan Nasaruddin Umar.
Keterlibatan Lembaga Pendidikan Internasional
Peserta beasiswa PKUMI ini akan menjalani program pendidikan di dua universitas terkemuka di Amerika Serikat: University of California, Riverside dan Hartford International University. Kedua lembaga ini dikenal memiliki reputasi yang baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian.
Melalui program short course ini, para peserta diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang berharga yang akan memperkaya keilmuan mereka dalam bidang agama dan sosial.
Bukan hanya untuk pengembangan pribadi, program ini juga diharapkan mampu menjawab tantangan global yang semakin kompleks. Para penerima beasiswa ini akan dilatih untuk mengembangkan pandangan yang lebih luas tentang dunia, termasuk bagaimana memahami perbedaan budaya dan agama dengan cara yang moderat dan konstruktif.
Pendidikan Kader Ulama sebagai Pilar Kekuatan Bangsa
Program PKUMI ini merupakan salah satu langkah strategis dalam kaderisasi ulama di Indonesia yang berbasis masjid. Tujuan utamanya adalah untuk melahirkan pemimpin keagamaan yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga wawasan kebangsaan yang kuat dan mampu menghadapi tantangan global dengan bijak.
Melalui pendidikan yang intensif dan kesempatan belajar di luar negeri, pemerintah berharap para kader ulama ini dapat mengembangkan perspektif yang lebih luas tentang dunia dan keagamaan.
Bahkan, di tengah perkembangan dunia yang terus berubah, para ulama ini diharapkan bisa berperan sebagai agen perubahan yang dapat menjawab berbagai tantangan dengan cara yang moderat dan berdampak positif bagi masyarakat.
Oleh karena itu, pendidikan kader ulama menjadi salah satu pilar yang sangat penting dalam memperkuat ketahanan bangsa Indonesia, terutama dalam menghadapi perbedaan yang ada di masyarakat.