JAKARTA - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah menyiapkan empat klaster pengamanan utama dalam Operasi Ketupat 2026.
Operasi tahunan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan para pemudik, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dengan pembagian tugas yang lebih terfokus pada klaster-klaster tertentu, Korlantas berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman mudik yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.
Klaster Jalur Arteri dan Tol Sebagai Prioritas Utama
Direktur Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri, Brigjen Pol. Wibowo, menjelaskan bahwa pengamanan utama akan difokuskan pada jalur arteri dan tol, yang menjadi rute utama bagi sebagian besar pemudik.
Menurutnya, jalur ini sering kali mengalami kepadatan yang luar biasa, terutama pada saat-saat tertentu, seperti menjelang buka puasa atau saat pemudik ingin beristirahat. Oleh karena itu, Korlantas menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk pengaturan di rest area, untuk mengurangi potensi kemacetan.
Selain itu, Korlantas juga akan mengimplementasikan sistem rekayasa lalu lintas yang lebih fleksibel, seperti pengalihan arus, contra flow, dan one way sepenggal. Langkah-langkah ini bertujuan untuk mengatur pergerakan kendaraan dengan lebih efisien, mengingat keterbatasan jalan yang ada.
Salah satu contoh adalah one way sepenggal, yang akan diterapkan di wilayah dengan tingkat kepadatan tinggi namun infrastruktur jalan yang terbatas.
Keamanan di Tempat Ibadah dan Kawasan Wisata
Selain jalur arteri dan tol, Korlantas juga akan memberikan perhatian serius pada tempat ibadah dan kawasan wisata. Selama masa mudik Lebaran, tempat-tempat ibadah seperti masjid dan musala seringkali menjadi titik kumpul pemudik untuk melaksanakan ibadah, seperti salat tarawih atau salat Idul Fitri.
Oleh karena itu, pengamanan di lokasi-lokasi tersebut sangat penting untuk menghindari kerumunan yang tidak terkendali dan memastikan keamanan umat yang sedang menjalankan ibadah.
Korlantas akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa pengamanan di kawasan-kawasan wisata, yang biasanya menjadi destinasi mudik, juga berjalan dengan lancar. Pengamanan ini mencakup pengaturan arus lalu lintas, penempatan petugas, serta penyediaan fasilitas untuk kenyamanan dan keselamatan para wisatawan.
Pengawasan di Lokasi Penyeberangan
Selain jalur darat, lokasi penyeberangan juga menjadi salah satu klaster pengamanan yang penting. Di Indonesia, banyak pemudik yang menggunakan jalur laut untuk menyeberang antar pulau.
Oleh karena itu, Korlantas akan menyiapkan pengamanan di pelabuhan-pelabuhan yang sibuk, seperti Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni. Pengamanan di pelabuhan ini penting untuk memastikan proses keberangkatan dan kedatangan pemudik berjalan dengan aman dan teratur.
Dengan meningkatnya jumlah pemudik yang menggunakan kapal laut, Korlantas juga akan berkoordinasi dengan pihak operator kapal dan petugas pelabuhan untuk memastikan tidak ada antrean panjang atau potensi kerumunan yang bisa berisiko terhadap keselamatan penumpang.
Selain itu, pengamanan di lokasi penyeberangan juga mencakup pengaturan lalu lintas kendaraan menuju dan dari pelabuhan untuk mencegah kemacetan di sekitar area tersebut.
Titik Pergerakan Mudik: Terminal, Bandara, dan Stasiun
Terakhir, Korlantas juga akan fokus pada titik pergerakan mudik lainnya, seperti terminal, bandara, dan stasiun. Setiap tahunnya, ribuan pemudik menggunakan moda transportasi umum untuk mudik Lebaran. Oleh karena itu, pengamanan di tempat-tempat ini akan sangat menentukan kelancaran perjalanan mereka.
Korlantas mengidentifikasi potensi keramaian di terminal, bandara, dan stasiun, yang bisa menjadi titik kemacetan besar. Oleh karena itu, petugas akan disebar untuk mengatur arus penumpang dan kendaraan, serta meminimalisir potensi kecelakaan.
Keamanan di bandara juga akan dijaga dengan ketat untuk memastikan tidak ada ancaman yang membahayakan penumpang pesawat selama musim mudik.
Memastikan Keamanan dan Kenyamanan Pemudik
Brigjen Pol. Wibowo mengungkapkan bahwa Operasi Ketupat 2026 bukan hanya sekadar pengamanan lalu lintas, tetapi juga merupakan kesempatan bagi Korlantas untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Dengan pengamanan yang terstruktur dan terfokus pada empat klaster tersebut, Korlantas berharap dapat menciptakan pengalaman mudik yang lebih aman, nyaman, dan lancar.
"Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman saat melaksanakan perjalanan mudik. Ini adalah momen penting untuk menunjukkan pelayanan terbaik dari sisi keamanan, kenyamanan, maupun keselamatan," ujar Wibowo.
Pelayanan Polri dalam Momen Mudik Lebaran
Selain itu, Korlantas juga mengingatkan kepada seluruh pemudik untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga keselamatan selama perjalanan. Selama Operasi Ketupat, petugas akan terus hadir untuk memberikan arahan dan bantuan kepada pemudik yang membutuhkan.
Dengan persiapan yang matang dan pembagian tugas yang jelas, Korlantas Polri berharap dapat mengurangi berbagai potensi masalah selama arus mudik dan balik Lebaran, serta memastikan setiap pemudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat.