BI Luncurkan PIDI Dorong Talenta Digital Generasi Muda

Rabu, 25 Februari 2026 | 13:21:05 WIB
BI Luncurkan PIDI Dorong Talenta Digital Generasi Muda

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) resmi memperkenalkan Inisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) Hackathon x Digdaya 2026 pada Senin.

Program ini menjadi platform nasional yang dirancang untuk mengakselerasi ekosistem inovasi digital sekaligus mengembangkan talenta muda di bidang ekonomi keuangan digital.

Dalam acara soft launching di Grha Bhasvara Icchana Dome, Kantor Pusat BI, Gubernur BI Perry Warjiyo menekankan pentingnya meninggalkan warisan nyata melalui inovasi yang berdampak bagi perekonomian Indonesia. 

“Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama baik, yaitu legacy," ujarnya.

Perry menyoroti perjalanan QRIS sebagai contoh nyata bahwa inovasi digital yang lahir dari mimpi mampu menciptakan dampak signifikan. Sebelum 2019, BI bermimpi memiliki sistem pembayaran digital terintegrasi secara nasional. 

Kini, QRIS mencatat transaksi hingga 60 juta per bulan senilai Rp1,8 kuadriliun dan dapat digunakan di beberapa negara, termasuk Malaysia, Singapura, Thailand, dan Korea Selatan, serta akan segera merambah China, India, dan Arab Saudi. “Itulah berawal dari mimpi yang menjadi aksi dan kolaborasi menjadi realitas,” kata Perry.

Kolaborasi BI, OJK, dan Industri Digital

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) BI Dicky Kartikoyono menjelaskan, PIDI merupakan kolaborasi antara BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan sektor industri digital. Program ini diposisikan sebagai policy enabler, menjembatani kebijakan publik dengan kebutuhan industri melalui pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir.

Tahun 2026, PIDI menargetkan partisipasi sekitar 800 tim atau lebih dari 3.000 peserta. Pendaftaran proposal kelompok dibuka hingga 27 Maret 2026. 

“Kami yakin ini akan lebih. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, kami mendapatkan sekitar 2.700 peserta dari 743 proposal. Tahun ini akan naik karena lingkup dan rencana kegiatannya lebih menarik dan menantang,” ujar Dicky.

Program akan berlangsung dalam beberapa tahap seleksi. Dari 800 proposal, BI akan menyeleksi 480 tim untuk masuk kelas praktisi pada Juli–Agustus 2026, di mana peserta dibekali keterampilan digital dan materi kewirausahaan untuk mengembangkan startup. 

Kemudian, 480 tim akan disaring menjadi 80 tim yang siap dipertemukan dengan investor melalui business matching. Sepuluh tim terbaik akan meraih penghargaan Hackathon BI, sementara 16 tim inovasi terbaik menjadi luaran utama program. 

Dicky menekankan, “Meskipun tidak juara, proposal mereka bisa saja relevan dengan kebutuhan bisnis tertentu. Ini merupakan pertemuan strategis antara talenta dan industri saling melengkapi.”

Tiga Pilar Strategis PIDI

Program PIDI bertumpu pada tiga pilar strategis, yaitu: pemetaan kebutuhan dan market intelligence, eksplorasi dan pengujian inovasi (innovation experimentation), serta pengembangan talenta digital. 

Fokus tahun ini diarahkan pada tiga area prioritas: penguatan ketahanan dan inovasi keuangan; peningkatan produktivitas, ketahanan pangan, dan penciptaan lapangan kerja; serta percepatan layanan publik, ekonomi kreatif, dan ekspor jasa digital.

Testimoni Peserta dan Dampak Program

Gita Prasulistiyono Putra, founder Dewantara AI yang pernah mengikuti program serupa, mengaku merasakan manfaat besar dari pendampingan intensif oleh para mentor berpengalaman. “Mentor bisnisnya memang sudah berpengalaman di bisnis, teknisnya juga teknis. Jadi lebih terarah buat kami. Terima kasih banyak untuk Bank Indonesia dan OJK,” ungkapnya.

Program PIDI merupakan implementasi dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, khususnya pada pilar inovasi, sekaligus menjadi kontribusi BI dalam mendukung transformasi ekonomi digital nasional menuju Indonesia Emas 2045. 

Dengan program ini, BI mendorong generasi muda untuk memanfaatkan inovasi digital sebagai sarana meninggalkan warisan nyata (legacy) bagi ekonomi dan masyarakat Indonesia.

Secara keseluruhan, PIDI mencerminkan komitmen BI untuk membangun ekosistem inovasi yang terintegrasi, memperkuat talenta digital, dan memfasilitasi sinergi antara pemerintah, regulator, dan industri. 

Dengan dukungan OJK dan sektor swasta, program ini diharapkan dapat mencetak generasi inovator yang siap menghadapi tantangan ekonomi digital global, serta memberi kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi nasional.

Terkini