Takwa Menjadi Modal Hidup Utama Di Dunia Dan Akhirat

Kamis, 26 Februari 2026 | 08:38:14 WIB
Takwa Menjadi Modal Hidup Utama Di Dunia Dan Akhirat

JAKARTA - Dalam keseharian, manusia kerap terjebak pada rutinitas mengejar kepentingan duniawi. Target materi, capaian sosial, hingga pengakuan dari sesama sering kali menjadi ukuran keberhasilan hidup. 

Namun, ada satu modal hidup yang kerap luput diperhitungkan, padahal justru menentukan arah kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat, yaitu takwa.

Pandangan tentang pentingnya takwa sebagai modal utama hidup disampaikan ulama sekaligus Wakil Presiden ke-13 RI, Ma'ruf Amin, dalam program Kultum Kemuliaan Ramadan tahun 2026. Ia menekankan bahwa manusia seharusnya mengutamakan takwa di atas segalanya, bukan sekadar mengejar keuntungan duniawi yang sifatnya sementara.

"Siapa yang modalnya itu adalah takwa, maka lidahnya akan kelu, artinya tidak bisa lagi menyebut tentang sifat keuntungan agamanya [karena] terlalu banyak," ujar Ma'ruf dalam program tersebut. 

Pernyataan ini menegaskan bahwa kebaikan yang lahir dari ketakwaan begitu luas, bahkan sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Dalam penjelasannya, Ma'ruf juga mengutip pandangan ulama dari Kufah, Sulaiman bin Mihran al-A'masy, seorang periwayat hadis dan ahli ilmu Al-Qur'an. 

Menurut pandangan tersebut, orang yang hanya mengutamakan hal duniawi, lidahnya akan geluh untuk menggambarkan kerugian yang menimpa agamanya. Artinya, kerugian itu begitu besar hingga sulit dilukiskan.

Takwa dimaknai sebagai berpegang teguh pada perintah Allah dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Ketika seluruh perbuatan dibangun sesuai dengan syariat, maka seseorang akan memperoleh banyak kebaikan yang tidak terhingga. Sebaliknya, jika prinsip hidup yang dipegang justru menyalahi syariat, maka berbagai keburukan akan muncul dan tidak sanggup dijabarkan oleh lisannya.

Takwa Sebagai Modal Utama Hidup

Takwa bukan sekadar istilah dalam ajaran agama, melainkan fondasi utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang menjadikan takwa sebagai modal hidup, maka setiap langkahnya akan dipandu oleh nilai-nilai kebaikan dan kepatuhan kepada Allah.

Dengan menjadikan takwa sebagai dasar, seseorang tidak hanya menghindari kemaksiatan, tetapi juga membangun kebiasaan berbuat baik. Setiap keputusan yang diambil akan dipertimbangkan dari sisi manfaat dan mudaratnya menurut ajaran Islam.

Takwa juga menjadi penuntun agar manusia tidak terperosok dalam orientasi duniawi semata. Keberhasilan hidup tidak lagi diukur dari harta atau kedudukan, melainkan dari sejauh mana ketaatan kepada Allah terjaga.

Syariat Islam Sebagai Jalan Kehidupan

Ma'ruf menegaskan bahwa berjalan di atas syariat berarti menempuh manhaj Allah yang membawa kebaikan bagi manusia. "Kalau kita itu berjalan di atas syariah, berjalan di atas manhajillah, jalannya Allah, Allah SWT akan memberikan kepada kita tuntunan yang semuanya itu membawa kebaikan kepada hamba-Nya," tutur Ma'ruf.

Syariat Islam dibangun atas dasar hikmah dan kemaslahatan bagi manusia. Di dalamnya terkandung nilai keadilan, rahmat, manfaat, dan hikmah yang menyeluruh untuk kehidupan umat manusia.

Tidak ada satu pun aturan syariat yang bertentangan dengan keadilan atau tidak membawa manfaat. Jika ada sesuatu yang terlihat berlawanan dengan prinsip-prinsip tersebut, maka hal itu bukanlah bagian dari syariat yang sebenarnya.

Dampak Menyimpang dari Jalan Allah

Sebaliknya, ketika seseorang memilih menyimpang dari jalan Allah, berbagai dampak buruk akan muncul dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Penyimpangan ini tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga merusak tatanan masyarakat.

Ma'ruf menyebutkan bahwa jika manusia keluar dari jalan Allah, maka akan timbul kezaliman, penipuan, permusuhan, iri hati, dan kesombongan. Sikap-sikap inilah yang pada akhirnya merusak keharmonisan hidup bersama.

Dampak tersebut memperlihatkan bahwa menjauhi syariat bukan hanya persoalan spiritual, tetapi juga berdampak nyata pada relasi sosial dan kualitas kehidupan di dunia.

Kebaikan Dunia Dan Akhirat Dengan Takwa

Ma'ruf menekankan bahwa semua kebaikan di dunia maupun di akhirat diberikan Allah kepada hamba-Nya semata-mata karena kasih sayang-Nya. Allah tidak memiliki kepentingan apa pun terhadap manusia, melainkan memberi tuntunan demi kebaikan hamba-Nya sendiri.

Dengan menjadikan takwa sebagai modal utama hidup, manusia akan memperoleh kebaikan yang melimpah, baik dalam urusan dunia maupun bekal untuk kehidupan akhirat. Kebaikan ini mencakup ketenangan batin, kemantapan sikap, serta keselamatan kelak di hadapan Allah.

Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk tidak terjebak pada orientasi duniawi semata. Takwa perlu ditempatkan sebagai prioritas utama, karena darinya mengalir kebaikan yang tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga menentukan kebahagiaan di akhirat.

Terkini

Geliat Akuisisi Emiten Awal 2026 Dari BABY Sampai PTRO

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:12:36 WIB

Ekspansi Fore Buka 100 Gerai Kopi Dan Donut 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:12:30 WIB

Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja - Kutoarjo 26 Februari 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:12:29 WIB

Jadwal Lengkap KA YIA Xpress Tugu Bandara 26 Februari 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:12:25 WIB