Prabowo Dorong Pertukaran Pelajar Unhan Perkuat Pertahanan Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 15:21:20 WIB
Prabowo Dorong Pertukaran Pelajar Unhan Perkuat Pertahanan Nasional

JAKARTA - Kesempatan menimba ilmu di luar negeri menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia.

 Program pertukaran pelajar yang mereka jalani bukan sekadar agenda akademik biasa, melainkan bagian dari strategi besar penguatan sumber daya manusia pertahanan Indonesia di tingkat global.

Mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan) Sersan Mayor Dua Kadet Matematika Alif Shahnur mengaku bersyukur dapat mengikuti program pertukaran pelajar (student exchange) di Rabdan Academy, Uni Emirat Arab.

Program Rabdan Academy itu merupakan hasil kerja sama internasional antara Indonesia dan UEA. Investasi di bidang pendidikan, khususnya pertahanan ini, ditanam semasa Presiden RI Prabowo Subianto menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada 2022.

"Rabdan Academy, program ini pencetusnya adalah Bapak Presiden sendiri," ujar Alif sebagaimana keterangan yang diterima, Kamis.

Program pertukaran pelajar yang berlangsung selama satu semester di Faculty of Homeland Security tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertahanan di level global.

Pengalaman Akademik Dan Tantangan Budaya

Dia menjelaskan pengalaman menempuh pendidikan di luar negeri menghadirkan tantangan sekaligus pelajaran yang sangat berkesan.

"Tantangan yang paling sering kami hadapi selama di luar negeri mungkin bagaimana menghadapi perbedaan kultur," ungkapnya.

Meski demikian, Alif menekankan pengalaman akademik yang diperoleh justru memperkaya sudut pandangnya, terutama dalam bidang manajemen bencana.

Dia berkomitmen untuk membawa pulang ilmu serta wawasan global yang dia dapat guna memperkuat sistem pertahanan Indonesia.

"Banyak dari perspektif dosen-dosen di sini yang luar biasa, memperluas perspektif saya sendiri. Mungkin ini yang akan saya bawa ke Indonesia nanti," lanjut Alif.

Komitmen Menguatkan Keamanan Nasional

Sementara itu, Sersan Mayor Dua Kadet Teknik Mesin Karina Alexandria Silaban menyoroti pentingnya penguasaan ilmu keamanan dan pertahanan sebagai bekal untuk mengabdi kepada negara.

Karina juga menyampaikan berbagai perspektif serta pertukaran gagasan yang diperoleh selama program berlangsung, termasuk terkait keamanan perbatasan akan diterapkan secara nyata.

"Segala perspektif dan pertukaran pikiran antara dosen dan apa yang terjadi di Indonesia itu menjadi ilmu yang akan saya terapkan, terutama dalam hal keamanan di perbatasan," ucapnya.

Program itu dinilai sejalan dengan visi Presiden Prabowo dalam memperkuat pertahanan nasional melalui pembangunan kualitas manusia.

Investasi Pendidikan Untuk Pertahanan Jangka Panjang

Di era kepemimpinan Prabowo, penguatan sektor pertahanan tidak hanya menitikberatkan pada modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), akan tetapi juga pada investasi jangka panjang terhadap SDM unggul yang adaptif dan memiliki wawasan global.

Kerja sama pendidikan internasional seperti ini menjadi bagian penting dari diplomasi pertahanan yang mendorong transfer pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik dari berbagai negara. Para mahasiswa juga mengharapkan agar kerja sama serta diplomasi pendidikan internasional dapat terus diperluas.

Harapan Mahasiswa Untuk Bangsa Dan Negara

Melalui program tersebut, mahasiswa Unhan menegaskan kesiapan mereka untuk kembali ke tanah air dan mengabdikan ilmu serta pengalaman yang telah diperoleh demi kepentingan bangsa dan negara.

Pengalaman belajar di lingkungan internasional bukan hanya membentuk kompetensi akademik, tetapi juga karakter, adaptabilitas, serta wawasan strategis yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan pertahanan masa depan.

Dengan bekal tersebut, mereka optimistis mampu berkontribusi nyata dalam memperkuat sistem pertahanan Indonesia yang tangguh dan berdaya saing global.

Terkini