Rights Issue BUVA Perkuat Akuisisi Restoran Dan Ekspansi Bisnis

Kamis, 05 Maret 2026 | 10:04:27 WIB
Rights Issue BUVA Perkuat Akuisisi Restoran Dan Ekspansi Bisnis

JAKARTA - Langkah ekspansi kembali ditempuh PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) di tengah rencana penggalangan dana melalui rights issue. 

Perseroan tidak hanya menyiapkan aksi korporasi besar, tetapi juga mulai merealisasikan strategi anorganik dengan memperkuat kepemilikan di lini usaha pendukung, khususnya sektor restoran dan bar.

Aksi terbaru BUVA dilakukan dengan menambah modal disetor pada PT Culina Global Utama (CGU). Langkah ini menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas kontrol bisnis sekaligus mengoptimalkan potensi sinergi di sektor food & beverage yang dinilai relevan dengan portofolio properti dan hospitality yang dimiliki.

Berikut penjabaran lengkap mengenai aksi korporasi dan rencana rights issue BUVA.

Tambahan Modal Perkuat Kepemilikan Di CGU

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menambah modal disetor pada PT Culina Global Utama (CGU) melalui pembelian saham baru. Aksi ini menjadikan total saham CGU yang dikuasai BUVA bertambah dari semula 50,24% menjadi 99% saham.

CGU merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan restoran dan bar maupun food & beverage. Manajemen BUVA dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin menyebutkan bahwa peningkatan modal dilakukan dengan membeli saham CGU dari PT Global Nuansa Abadi oleh BUVA dan anak usahanya PT Bukit Bali Permai. Adapun nilai transaksi setara dengan Rp 2,2 miliar.

Dengan kepemilikan yang meningkat signifikan menjadi 99%, BUVA praktis menguasai hampir seluruh saham CGU. Langkah ini mempertegas strategi perseroan dalam memperkuat kendali terhadap entitas yang dinilai memiliki potensi mendukung pertumbuhan bisnis secara keseluruhan.

Rights Issue Jumbo Siapkan Dana Ekspansi

BUVA sebelumnya telah meraih restu dari pemegang saham untuk menerbitkan sebanyak 50 miliar saham baru melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II atau rights issue. Sebagian dana dialokasikan untuk akuisisi perusahaan.

Manajemen BUVA dalam penjelasan resminya di BEI, hari ini, menyebutkan bahwa total rights issue setara maksimum 203,11% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh BUVA. Saham baru akan diterbitkan dari saham portepel perseroan dengan nilai nominal Rp 50 per saham. 

Aksi ini diterapkan setelah mendapatkan persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang bakal digelar pada 26 Februari 2026.

Rights issue tersebut menjadi salah satu langkah korporasi terbesar BUVA dalam beberapa waktu terakhir. Dengan skala penerbitan saham yang signifikan, perseroan membuka ruang pendanaan untuk mempercepat ekspansi dan memperkuat struktur permodalan.

Alokasi Dana Untuk Belanja Modal Dan Akuisisi

“Seluruh dana hasil PMHMETD II, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk belanja modal berupa pembelian lahan, pengembangan aset, serta pengambilalihan perusahaan yang memiliki nilai strategis guna mendorong pertumbuhan anorganik perseroan,” tulis penjelasan resmi manajemen BUVA.

Rencana penggunaan dana ini menunjukkan fokus BUVA pada pertumbuhan anorganik, yakni melalui akuisisi dan pengambilalihan entitas yang dinilai strategis. Strategi tersebut diharapkan dapat mempercepat ekspansi bisnis tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pertumbuhan organik.

Pembelian lahan dan pengembangan aset juga menjadi prioritas, sejalan dengan karakter bisnis BUVA yang bergerak di sektor properti dan hospitality. Dengan tambahan modal yang diperoleh dari rights issue, perseroan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam merealisasikan rencana ekspansi.

Komitmen Kepatuhan Dan Transparansi Pasar Modal

Manajemen perusahaan yang dikendalikan oleh Happy Hapsoro ini menegaskan bahwa apabila penggunaan dana terkait transaksi material, afiliasi, atau benturan kepentingan, perseroan akan mematuhi ketentuan pasar modal yang berlaku. Informasi final penggunaan dana akan disampaikan dalam prospektus PMHMETD II kepada pemegang saham yang berhak.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan komitmen BUVA terhadap prinsip transparansi dan kepatuhan regulasi di pasar modal. Dengan skala rights issue yang besar, keterbukaan informasi menjadi aspek penting untuk menjaga kepercayaan investor.

Secara keseluruhan, peningkatan kepemilikan di CGU hingga 99% serta rencana rights issue jumbo mencerminkan strategi ekspansi agresif BUVA. Perseroan memadukan langkah anorganik melalui akuisisi dengan penguatan struktur modal untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. 

Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, BUVA berpeluang memperluas portofolio bisnis sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham.

Terkini