Saka Energi Catat Hasil Positif Pemboran Sumur UPA-17ST Pangkah

Jumat, 03 April 2026 | 09:32:14 WIB
Saka Energi Catat Hasil Positif Pemboran Sumur UPA-17ST Pangkah

JAKARTA - PT Saka Energi Indonesia (SAKA) kembali menunjukkan kinerja positif di sektor hulu migas melalui keberhasilan pemboran sumur pengembangan UPA-17ST di Lapangan Ujung Pangkah, Wilayah Kerja (WK) Pangkah, yang berada di perairan laut Jawa Timur.

Capaian ini menjadi sorotan karena sumur tersebut mencatat hasil uji produksi yang melampaui target, sekaligus mempertegas potensi Lapangan Ujung Pangkah sebagai salah satu penopang produksi migas di wilayah Jawa Timur. 

Keberhasilan ini juga memperlihatkan komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi energi nasional melalui optimalisasi lapangan yang telah ada.

Sebagai perusahaan hulu migas bagian dari Subholding Gas Pertamina, SAKA melalui Saka Indonesia Pangkah Limited (SIPL) menyelesaikan pemboran sumur UPA-17ST dengan hasil yang dinilai sangat menggembirakan. 

Berdasarkan hasil uji sumur yang dilaksanakan pada 29 Maret 2026, sumur UPA-17ST menghasilkan 2.443 barel minyak per hari (BOPD) serta 3,72 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) associated gas. 

Angka ini menegaskan bahwa sumur tersebut mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi di WK Pangkah.

Keberhasilan ini menjadi penting karena menunjukkan bahwa Lapangan Ujung Pangkah masih menyimpan potensi besar untuk terus dikembangkan. 

Sebagai lapangan pertama yang dikembangkan di WK Pangkah, Ujung Pangkah tetap memiliki peran strategis dalam mendukung produksi migas, khususnya di wilayah Jawa Timur. 

Di tengah kebutuhan energi nasional yang terus meningkat, hasil positif dari sumur baru seperti UPA-17ST menjadi sinyal kuat bahwa optimalisasi lapangan eksisting masih dapat menjadi andalan.

Capaian ini juga memperlihatkan bahwa strategi pengembangan sumur dengan pendekatan teknologi dan efisiensi mampu memberikan hasil nyata. 

Tidak hanya dari sisi volume produksi, tetapi juga dari sisi pemanfaatan infrastruktur yang sudah tersedia, sehingga pengembangan cadangan dapat dilakukan lebih efektif tanpa harus membangun fasilitas baru dalam skala besar.

Hasil Uji Produksi Lampaui Target Perusahaan

Direktur Operasi SAKA Achmad Agus Miftakhurrohman, dalam keterangan di Jakarta, Jumat, menyampaikan keberhasilan pemboran ini menjadi pencapaian penting bagi perusahaan di WK Pangkah. 

Menurutnya, hasil positif dari sumur UPA-17ST menjadi lanjutan dari keberhasilan sebelumnya yang juga dicapai SAKA di wilayah kerja yang sama.

"Keberhasilan pemboran sumur UPA-17ST merupakan pencapaian penting terkini setelah sebelumnya SAKA juga berhasil melakukan pemboran dan put onstream sumur pengembangan lainnya, yaitu Sumur SID-05," ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan UPA-17ST bukanlah capaian yang berdiri sendiri. Sebaliknya, hal ini merupakan bagian dari rangkaian upaya perusahaan dalam meningkatkan produksi secara berkelanjutan melalui pengembangan sumur-sumur baru yang terintegrasi dengan sistem produksi lapangan. 

Dengan demikian, keberhasilan ini memperkuat optimisme bahwa WK Pangkah masih memiliki ruang pertumbuhan produksi yang menjanjikan.

Hasil uji produksi, lanjut Achmad Agus, menunjukkan kinerja yang sangat positif dan sumur tersebut telah berhasil onstream sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi guna mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional. 

Pernyataan ini menegaskan bahwa sumur UPA-17ST tidak hanya berhasil dibor, tetapi juga telah masuk ke tahap operasional yang memberikan kontribusi langsung pada produksi lapangan.

Capaian ini menunjukkan bahwa Lapangan Ujung Pangkah, sebagai lapangan pertama yang dikembangkan di WK Pangkah, masih memiliki potensi signifikan untuk terus berkontribusi terhadap peningkatan produksi di wilayah Jawa Timur, ujarnya menambahkan. 

Dengan hasil yang melampaui target, sumur ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi WK Pangkah terhadap pasokan energi nasional serta target lifting pemerintah.

Teknologi ERD Jadi Kunci Keberhasilan Pemboran

Pemboran UPA-17ST dimulai pada 12 Oktober 2025 dari Well Head Platform-A (WHP-A) menggunakan Rig Jack Up SinoOcean Peace dan berhasil diselesaikan pada 28 Desember 2025. 

Setelah itu, proses dilanjutkan dengan Well Intervention (WLI) termasuk stimulasi untuk mengoptimalkan produksi sumur serta memastikan aliran hidrokarbon dari reservoir ke permukaan dapat berlangsung dengan baik.

 Sumur tersebut telah memasuki tahap uji produksi untuk menentukan laju produksi optimal yang terintegrasi ke sistem produksi lapangan.

Dalam prosesnya, sumur UPA-17ST menjadi perhatian karena merupakan sumur dengan jangkauan pemboran terpanjang yang pernah dilakukan SAKA dan termasuk dalam kategori extended reach drilling (ERD). 

Teknologi ini memungkinkan pemboran menjangkau reservoir yang berada jauh dari fasilitas produksi sehingga pengembangan cadangan dapat dilakukan lebih efisien tanpa perlu membangun platform baru.

Pemanfaatan teknologi ERD menjadi salah satu elemen penting yang membuat proyek ini bernilai strategis. Dengan teknologi tersebut, perusahaan dapat memaksimalkan cadangan yang sulit dijangkau melalui pendekatan konvensional. 

Di sisi lain, efisiensi investasi juga dapat dicapai karena pengembangan dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas produksi yang telah ada.

"Hasil produksi yang melampaui target menunjukkan potensi reservoir yang sangat baik sekaligus mencerminkan efektivitas perencanaan teknis, dengan selalu mengutamakan safety, serta hasil kolaborasi yang solid dari seluruh tim internal dengan para mitra serta pemangku kepentingan terkait terutama Manajemen SKK Migas bersama KKKS lainnya," tambah Achmad Agus.

Pernyataan ini menegaskan bahwa keberhasilan teknis pemboran tidak hanya ditentukan oleh teknologi semata, tetapi juga oleh kualitas perencanaan, penerapan standar keselamatan, serta kerja sama yang kuat antara seluruh pihak yang terlibat.

Tantangan Operasional Diatasi Dengan Inovasi dan Efisiensi

Secara operasional, pemboran sumur ini merupakan konversi dari sumur idle sehingga menghadirkan tantangan tersendiri ditambah dengan panjang lintasan horisontal yang masuk dalam kategori ERD. 

Kondisi tersebut membuat proyek ini menjadi lebih kompleks dibandingkan pemboran biasa, sehingga membutuhkan pendekatan teknis yang lebih matang dan terukur.

Selain itu, operasi pemboran sumur tersebut melibatkan penggunaan expandable casing untuk mengantisipasi kompleksitas karakteristik lapisan batuan yang ditembus serta aplikasi stimulasi reservoir karbonat dengan teknik yang telah di-improved. 

Penggunaan teknologi tambahan ini menjadi bagian penting dalam memastikan proses pemboran berjalan aman, efisien, dan mampu menghasilkan aliran hidrokarbon yang optimal.

"Itu merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi pengembangan lapangan sekaligus memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur produksi yang telah ada," tambah Achmad Agus.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa strategi yang digunakan SAKA tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada efisiensi pengembangan lapangan. 

Dengan memanfaatkan sumur idle, teknologi ERD, expandable casing, serta stimulasi reservoir yang disempurnakan, perusahaan mampu menekan kebutuhan pembangunan fasilitas baru sekaligus mengoptimalkan aset yang sudah tersedia.

Dengan hasil uji produksi melampaui target, sumur UPA-17ST yang telah terintegrasi diharapkan menambah produksi, memperkuat kontribusi WK Pangkah terhadap pasokan energi nasional dan target lifting pemerintah. 

Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen SAKA dalam mengoptimalkan potensi lapangan melalui penerapan teknologi, efisiensi produksi, dan pengelolaan operasi yang andal. 

Keberhasilan ini juga mendapat sambutan positif dari SKK Migas dan diharapkan dapat meningkatkan produksi migas nasional.

Terkini

Jadwal Puasa Sunnah Bulan April 2026 Lengkap

Jumat, 03 April 2026 | 13:22:02 WIB

5 Cara Ampuh Menjaga Rambut Tetap Sehat Saat Tidur

Jumat, 03 April 2026 | 13:22:00 WIB

Kenali Risiko dan Manfaat Ikan Lele untuk Kesehatan

Jumat, 03 April 2026 | 13:21:59 WIB