Mendikdasmen Tekankan Infrastruktur Digital untuk Pendidikan Inklusif

Selasa, 09 Juni 2026 | 23:02:05 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti.

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengingatkan agar kemajuan infrastruktur digital difungsikan sebagai jembatan, bukan hambatan, dalam menyediakan layanan pendidikan yang inklusif serta berkeadilan.

Ia menyoroti bahwa pemanfaatan teknologi saat ini masih menghadapi tantangan serius, seperti ketimpangan konektivitas internet, akses perangkat, dan keterbatasan sumber pembelajaran yang memengaruhi pemerataan antarwilayah.

"Sebagian peserta didik menikmati infrastruktur digital yang berkualitas tinggi, sementara sebagian lainnya masih menghadapi kendala konektivitas, aksesibilitas, dan keterbatasan sumber belajar. Kami harus memastikan kemajuan teknologi menjadi jembatan, bukan penghalang, menciptakan peluang bagi semua murid," ujar Mendikdasmen Mu'ti di Jakarta, Selasa.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum SEAMEO Centres Policy Research Network (CPRN) Summit 2026 yang mempertemukan berbagai pembuat kebijakan dan praktisi dari 11 negara Asia Tenggara.

Menurut Mu'ti, penyelesaian tantangan pendidikan memerlukan kolaborasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan agar kebijakan publik dapat lebih tepat sasaran.

"Semangat kolaborasi ini menjadi semakin penting ketika kami berupaya menjembatani penelitian, kebijakan, dan praktik demi mewujudkan masa depan yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh peserta didik di kawasan kami," tegasnya.

Mu'ti berharap melalui konferensi ini, inovasi dan hasil riset dapat diterjemahkan menjadi solusi praktis yang bermanfaat bagi siswa di seluruh negara Asia Tenggara.

Terkini