BVK Jadi Strategi Tarik Wisatawan Mancanegara

Rabu, 10 Juni 2026 | 00:36:01 WIB
Kebijakan Bebas Visa Kunjungan diharapkan meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia.

JAKARTA - Sejumlah asosiasi pariwisata menilai kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) menjadi salah satu langkah efektif untuk mendorong peningkatan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan kebijakan tersebut memberikan kemudahan akses bagi wisatawan asing untuk berkunjung ke Indonesia.

"Kami melihat itu menjadi salah satu kebijakan yang efektif ya, sebenarnya untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sudah pasti karena semakin mudah untuk diakses satu negara," kata Maulana Yusran.

Menurutnya, kebijakan bebas visa dapat menekan biaya perjalanan wisata lintas negara. Kondisi tersebut dinilai semakin penting di tengah berbagai tantangan industri penerbangan, termasuk isu kenaikan biaya operasional.

Selain mempermudah perjalanan wisatawan, kebijakan BVK juga dinilai mampu meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata global. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan sektor pariwisata internasional.

Maulana menambahkan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah melalui peningkatan aktivitas pariwisata dan transportasi.

"Itu pasti akan mendorong peningkatan nilai tiket, bukan hanya domestik tapi juga penerbangan internasional naik banget dimana-mana. Inilah bagaimana kita bisa mendorong tadi nilai rupiah kita tertekan ini," katanya.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Pauline Suharno. Ia menilai kebijakan bebas visa dapat membantu Indonesia menarik lebih banyak wisatawan asing berkualitas dari negara-negara pasar utama.

"Bebas visa kunjungan diharapkan bisa dibuka untuk semakin banyak warga negara terutama pasar utama kami dan yang sudah bagus track record-nya tidak terlalu lama tinggal dan lain-lain sehingga kami bisa semakin bersaing dengan negara tetangga," ujar Pauline.

Menurutnya, Indonesia dapat belajar dari pengalaman Thailand dan Malaysia yang mencatat peningkatan kunjungan wisatawan setelah menerapkan kebijakan bebas visa bagi sejumlah negara.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan pemerintah tengah mematangkan kebijakan BVK dengan formula "8+1". Kebijakan tersebut mencakup sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, India, Australia, Selandia Baru, Belarusia, Kazakhstan, Makau, serta pemegang izin tinggal tetap Singapura.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara di tengah tantangan konektivitas penerbangan global.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada April 2026 mencapai 1,25 juta orang atau meningkat 7,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, secara kumulatif sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 4,68 juta kunjungan atau tumbuh 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Terkini