Bahlil Lahadalia Sebut Uji Coba Biodiesel B50 Tunjukkan Hasil Baik

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:36:31 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia

JAKARTA - Pemerintah memberikan kepastian bahwa bahan bakar minyak (BBM) varian baru, yakni biodiesel B50 bakal resmi diimplementasikan mulai tanggal 1 Juli 2026. Sebelum resmi digulirkan secara luas, otoritas terkait akan menggelar agenda evaluasi akhir terhadap seluruh rangkaian hasil uji coba di lapangan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengutarakan bahwa dirinya segera memimpin rapat koordinasi bersama tim uji coba dalam kurun satu pekan ke depan untuk memastikan kesiapan teknis dari implementasi BBM jenis baru tersebut.

"B50 sesuai dengan jadwal akan diimplementasikan pada 1 Juli 2026. Mungkin satu minggu lagi saya akan melakukan rapat dengan tim uji coba. Sekarang kan kami masih terus melakukan uji coba," kata Bahlil, Senin (15/6/2026) kemarin.

Berdasarkan penjelasan Bahlil, sejauh ini grafik perkembangan dari uji coba biodiesel B50 memperlihatkan hasil yang positif. Terdata sekitar 80 persen hingga 90 persen parameter pengujian telah menyajikan indikator yang cukup baik.

Bahlil menguraikan, ditinjau dari aspek kadar air, kualitas produk B50 diklaim jauh lebih mumpuni dan bersih jika dibandingkan dengan komoditas biodiesel B40 yang jamak diaplikasikan saat ini.

"Sekitar 80-90% hasil uji coba, alhamdulillah baik. Bahkan kadar airnya dibandingkan dengan B40 itu lebih baik di B50. Namun, hasil akhirnya akan kami sampaikan setelah rapat evaluasi final," ujarnya.

Produk B50 sendiri merupakan formulasi campuran antara 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit mentah dengan 50 persen minyak solar, yang mana persentase ini meningkat dari standar B40 yang berlaku sekarang.

Penerapan program B50 ini menaruh harapan besar untuk mendongkrak daya serap komoditas sawit di pasar domestik, sekaligus menekan angka ketergantungan negara terhadap aktivitas impor bahan bakar fosil dari luar negeri.

Terkini