Kenali Empat Ciri Krim Pemutih yang Berbahaya Mengandung Merkuri

Rabu, 17 Juni 2026 | 07:02:01 WIB
Ilustrasi Sedang Memakai Krim Putih.

JAKARTA - Merasa khawatir produk perawatan kulit yang digunakan mengandung merkuri? Kekhawatiran ini memang sangat beralasan bagi kesehatan.

Merkuri merupakan bahan berbahaya yang kerap ditemukan dalam produk pemutih kulit ilegal dan dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan kulit serta tubuh.

Produk yang mengandung merkuri sering dipromosikan sebagai krim pemutih, anti-penuaan, hingga penghilang flek hitam dan bekas jerawat yang menggiurkan.

Namun, penggunaan merkuri dalam perawatan kulit dapat memicu efek samping serius seperti ruam, iritasi, hingga pembengkakan wajah yang berbahaya.

Berikut ini adalah empat ciri utama yang perlu diwaspadai dari produk perawatan kulit yang diduga mengandung merkuri.

Pertama, produk tersebut tidak mencantumkan daftar bahan secara jelas pada kemasannya sehingga konsumen tidak mengetahui kandungan aslinya.

Kedua, muncul istilah yang berkaitan dengan merkuri seperti mercurous chloride, calomel, mercuric, mercurio, atau mercury pada label produk.

Ketiga, kemasan sering kali menggunakan bahasa asing tanpa informasi atau terjemahan yang jelas sehingga tidak mengikuti regulasi kosmetik resmi.

Keempat, produk tersebut menjanjikan hasil kulit putih atau cerah secara instan dalam waktu yang sangat singkat bagi para penggunanya.

Bahaya merkuri tidak hanya berdampak pada pengguna, tetapi juga dapat menguap ke udara dan membahayakan anggota keluarga lainnya di rumah.

Paparan merkuri yang terjadi terus-menerus dapat menyebabkan keracunan, gangguan fungsi organ tubuh, hingga masalah perkembangan otak pada bayi.

Gejala keracunan merkuri yang perlu diwaspadai meliputi perasaan gugup berlebihan, tangan gemetar, sulit berkonsentrasi, hingga perubahan emosi yang tidak menentu.

Jika mengalami gejala tersebut setelah menggunakan produk perawatan kulit, segera hentikan pemakaian dan konsultasikan kondisi tersebut ke dokter.

Terkini