Dudung Abdurachman Pastikan Stok BBM Terminal Plumpang Aman Terkendali

Senin, 22 Juni 2026 | 20:23:31 WIB
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.

JAKARTA - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menjamin ketersediaan stok serta mutu bahan bakar minyak (BBM) di Terminal BBM Plumpang, Jakarta, berada dalam kondisi yang aman dan terjaga.

“Pemerintah memastikan pasokan BBM aman, mutu BBM juga terus diawasi dan distribusi ke masyarakat dikawal agar tetap lancar,” ujar Dudung di Terminal BBM Plumpang, Jakarta, Senin.

Dudung mendatangi langsung Terminal BBM Plumpang dan melangsungkan inspeksi dengan didampingi oleh Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) saat ini dijabat oleh Wahyudi Anas.

Turut mendampingi pula Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga Joko Pranoto, bersama Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi Pertamina Patra Niaga Hari Purnomo.

Ia menggarisbawahi bahwa peninjauan langsung lapangan ini menjadi wujud nyata atensi penuh pemerintah guna menjamin pemenuhan hajat energi dasar masyarakat tetap stabil dan terkontrol dengan baik.

Terdapat tiga aspek utama yang menjadi fokus utama dalam agenda kunjungan Dudung ke Terminal BBM Plumpang, yakni volume cadangan stok BBM wajib aman, kualitas mutu BBM harus terjamin, dan proses penyaluran dari terminal menuju SPBU dan warga harus bergulir tanpa hambatan.

“Verifikasi di lapangan kami lakukan sebagai bagian dari pengawalan agenda besar Bapak Presiden yang menekankan pentingnya ketahanan energi,” kata Dudung.

Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga terus mengokohkan perannya sebagai garda terdepan dalam menyajikan pelayanan serta menjaga ketahanan energi nasional bagi publik di segenap penjuru Nusantara.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menuturkan bahwa pihak Pertamina Patra Niaga konsisten memperlebar jangkauan energi lewat eksekusi program BBM Satu Harga yang kini telah menjangkau 588 titik di tanah air.

Perusahaan plat merah ini juga mengelola operasional sebanyak 421 SPBU nelayan demi menopang produktivitas pada sektor perikanan sekaligus mempertebal fondasi ketahanan ekonomi kelompok warga pesisir.

Bukan hanya itu, perusahaan terus mematangkan keandalan fasilitas infrastruktur energi nasional yang saat ini disokong oleh jaringan masif mencakup lebih dari 125 terminal BBM, ribuan unit SPBU, dan 40 terminal LPG.

Terdapat pula sokongan operasional dari 72 depot pengisian pesawat udara (DPPU), bentangan pipa penyalur, armada mobil tangki, kapal tangki, hingga instrumen logistik jalur udara yang tersebar luas di Indonesia.

Sederet infrastruktur vital tersebut bertindak sebagai pilar utama dalam rantai distribusi energi nasional guna menjamin kepastian pasokan logistik BBM, bahkan sampai ke kawasan yang memiliki tingkat kesulitan geografis tinggi.

Terkini