Menteri ESDM Soroti Kualitas Batu Bara untuk Stabilitas Listrik

Kamis, 25 Juni 2026 | 20:02:31 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut kualitas batu bara sebagai salah satu faktor krusial yang menentukan stabilitas pasokan listrik PT PLN (Persero).

Menurut Bahlil, ketidaksesuaian kualitas batu bara dengan kebutuhan pembangkit menjadi salah satu pemicu pemadaman listrik bergilir yang sempat terjadi di Pulau Jawa beberapa waktu lalu.

“Ternyata kami cek ada medium batu bara yang kalorinya di atas 5.000 untuk campur (blending). Inilah yang dibutuhkan (untuk operasional pembangkit),” kata Menteri ESDM di Jakarta, Kamis.

Penggunaan batu bara dengan kalori di bawah standar operasional memaksa pembangkit mengonsumsi volume lebih banyak untuk menghasilkan daya listrik yang diperlukan.

Bahlil menyoroti efektivitas pemenuhan pasokan batu bara untuk PLN yang mencapai 154 juta metrik ton per tahun, namun dilaporkan menipis drastis pada Juni 2026.

“Artinya ini dari 1 Januari sampai dengan bulan Juni, dari 154 juta kurang 141 juta, itu kan berarti tinggal 13 juta. Masa batu bara habis di bulan enam? Ini ilmu apa lagi? Ya ini aku jujur-jujur saja nih, berarti kan ada sesuatu,” ujarnya.

Ia menyayangkan kondisi tersebut karena seharusnya masalah pasokan bisa dimitigasi lebih awal oleh pihak PLN tanpa harus merugikan masyarakat melalui pemadaman listrik.

“Nah kalau pemerintah memberikan DMO, teknisnya kan (PLN), perusahaan, gitu. Jangan air sudah di batang leher baru teriak,” kata dia.

Pemerintah kini memastikan pasokan listrik kembali normal dengan memprioritaskan kebutuhan dalam negeri serta mengawasi ketat proses pengadaan batu bara di PLN.

“Pengadaannya harus transparan. Dan saya minta aparat penegak hukum awasi supaya jangan kelakuan begini setiap tahun muncul terus,” kata Bahlil.

Terkini