Ditpamobvit Polda Metro Jaya Ajak Warga Matraman Cegah Tawuran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:05:01 WIB
Polda Metro Jaya menggelar Jaga Jakarta on The Spot di Matraman, Jakarta Timur.

JAKARTA - Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Metro Jaya merangkul masyarakat untuk mengantisipasi dan menangkal aksi tawuran remaja di Jalan Kelapa Hijau, Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur, lewat agenda "Jaga Jakarta On The Spot" (JJOTS).

Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda Metro Jaya Kombes Pol Joko Sulistio menerangkan bahwa kedatangan personel di tengah warga bertujuan menyampaikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara tatap muka, terutama soal pengawasan kegiatan pemuda.

"Melalui kegiatan Jaga Jakarta On The Spot, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, mencegah tawuran, serta meningkatkan kepedulian terhadap pergaulan anak-anak dan remaja," katanya dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Berdasarkan penuturannya, agenda JJOTS ini ikut menggandeng elemen tiga pilar level kelurahan, Ketua RT, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 01, Bhabinkamtibmas, hingga pemuka agama dan pemuka masyarakat lokal.

Sinergitas ini dinilai sangat krusial demi memperketat pemantauan di kawasan tempat tinggal warga.

Dalam agenda edukasi tersebut, dirinya meminta para orang tua dan penduduk supaya lebih responsif mengontrol pemakaian media sosial oleh buah hati mereka.

Langkah ini dinilai krusial demi memilah informasi, menangkal penyebaran konten provokasi, sekaligus memutus rantai potensi undangan tawuran yang acap kali diatur melalui media digital.

Bukan cuma mengantisipasi tawuran, Ditpamobvit Polda Metro Jaya turut mewanti-wanti warga agar siaga terhadap ancaman peredaran narkotika dan obat terlarang di kalangan ekosistem pemuda.

Dirinya pun menambahkan bahwa warga diminta tidak perlu sungkan buat lekas melapor ke aparat penegak hukum jika mengendus adanya pergerakan yang ganjil di area sekitar mereka.

Joko menekankan bahwa langkah mewujudkan iklim Jakarta yang damai tidak bisa dibebankan kepada aparat kepolisian saja, namun memerlukan dedikasi dan gotong royong dari semua lapisan masyarakat.

"Kami berharap warga, tiga pilar, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dapat terus bersinergi dalam menjaga keamanan lingkungan. Dengan kepedulian bersama, potensi tawuran dan penyalahgunaan obat terlarang dapat dicegah sejak dini," ujarnya.

Lewat gerakan Jaga Jakarta, Polda Metro Jaya bertekad buat konsisten memantik andil aktif publik dalam mengawal warga, mengawal kawasan, mengawal regulasi, serta mengawal mandat demi terciptanya kondisi kota yang aman, rapi, dan kondusif.

Terkini