JAKARTA - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memosisikan pariwisata berkualitas sebagai motor penggerak roda ekonomi daerah lewat pemantapan sinergi lintas organisasi perangkat daerah.
Kepala Bappeda NTB Baiq Nelly Yuniarti mengutarakan bahwa eskalasi sektor pariwisata memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh jajaran perangkat daerah agar faedah ekonomi yang tercipta dapat menjangkau publik secara lebih merata.
"Pariwisata bukan hanya urusan Dinas Pariwisata. Semua sektor memiliki peran penting dalam menciptakan destinasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujar dia di Mataram, NTB, Sabtu.
Berdasarkan hasil kajian Bappeda NTB, lini pariwisata memegang ikatan yang sangat erat dengan pelbagai sektor pendukung, mulai dari pertanian, kehutanan, perikanan, UMKM, ekonomi kreatif, hingga pengokohan mutu sumber daya manusia.
Nelly menaruh harapan besar agar setiap organisasi perangkat daerah andal menyinkronkan program kerja mereka selaras tugas dan fungsi pokok demi mendukung perkembangan pariwisata bermutu di wilayah Nusa Tenggara Barat.
"Kawasan persawahan, hutan, pantai, serta kehidupan masyarakat dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang bernilai ekonomi apabila dikelola secara terintegrasi dan berkelanjutan," ucap dia.
Pada triwulan I 2026, laporan Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan akselerasi pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Barat secara tahunan sukses menembus angka 13,64 persen.
Capaian pertumbuhan ekonomi dua digit yang gemilang tersebut disokong secara kuat oleh sektor industri pengolahan, aktivitas pertambangan, serta ceruk jasa keuangan.
BPS merilis data jumlah kedatangan pelancong mancanegara menuju NTB via Bandara Lombok terdokumentasi sebanyak 8.686 orang, sementara pergerakan pelancong domestik menyentuh angka 1,2 juta orang sepanjang April 2026.
Kepala Dinas Pariwisata NTB Ahmad Nur Aulia menyampaikan bahwa rumusan pariwisata berkualitas yang tengah dipacu saat ini bertumpu pada eskalasi mutu destinasi, produk wisata, kecakapan SDM, hingga peran aktif warga lokal dalam menyokong industri wisata.
"Upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi kreatif dan peningkatan daya saing pariwisata NTB di tingkat nasional maupun internasional," pungkas Aulia.
Sederet kawasan wisata yang menjadi andalan utama otoritas NTB untuk menjaring kunjungan turis meliputi jalur pendakian Gunung Rinjani, eksotisme hiu paus di kawasan Teluk Saleh, wisata edukasi sejarah-budaya di Museum NTB, hingga wisata olahraga di area KEK Mandalika.