WBSA Akuisisi 99,99 Persen Saham SJM Perkuat Depo Peti Kemas Hari

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:13:31 WIB
WBSA resmi mengakuisisi 99,99 persen saham PT Sinar Jatimitra untuk memperkuat lini depo peti kemas.

JAKARTA - PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) melanjutkan penetrasi strategi ekspansi anorganik perusahaan dengan merampungkan proses akuisisi 99,99 persen saham PT Sinar Jatimitra (SJM).

Langkah taktis tersebut ditempuh demi memperkokoh kapabilitas sektor operasional perseroan pada lini bisnis pengelolaan depo peti kemas.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, WBSA telah menuntaskan pembelian 10.929 saham kepunyaan PT Bina Sinar Amity (BSA) di PT SJM dengan nilai nominal Rp11,48 miliar.

Selain itu, dilakukan pula pembelian 5.384 saham milik PT Kreasi Adisarana (KAS) senilai Rp5,65 miliar pada Kamis (25/6/2026), sehingga perseroan sah menguasai 99,999 persen saham PT SJM.

Aksi korporasi akuisisi tersebut adalah wujud tindak lanjut dari nota Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PPJB) yang diteken pada 4 Oktober 2025 lalu diamendemen pada 17 April 2026.

Direktur Utama WBSA Edwin Wibowo memaparkan bahwa agenda korporasi tersebut merupakan bagian dari strategi besar perusahaan untuk memperkuat lini operasional bisnis logistik.

"Tujuan dari Rencana Transaksi tersebut adalah sebagai bagian dari strategi Perseroan untuk melakukan internalisasi kapabilitas operasional pendukung dalam penyediaan layanan depo peti kemas," kata Edwin dalam keterbukaan informasi, Jumat (26/6/2026).

Lewat realisasi kebijakan ini, pihak perseroan berharap mampu memacu level efisiensi operasional sekaligus mempertebal layanan logistik yang jauh lebih terintegrasi dari hulu ke hilir.

Manajemen WBSA menilai agenda akuisisi tersebut bakal menyalurkan stimulasi positif bagi aktivitas operasional serta menyokong peta pengembangan usaha korporasi ke depan.

Pihak perseroan turut menegaskan bahwa aksi korporasi ini tidak dikategorikan sebagai transaksi material seperti yang tertuang dalam regulasi Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020.

Di samping itu, kesepakatan penanaman modal ini juga dipastikan bukan merupakan rumpun transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam ketentuan regulasi Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020.

Pembelian PT SJM ini memperpanjang portofolio agenda ekspansi anorganik yang dieksekusi secara agresif oleh WBSA sepanjang tahun berjalan ini.

Sebelumnya, pihak perseroan juga telah mempublikasikan rencana besar untuk mengakuisisi 99,99 persen kepemilikan saham PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) dengan nilai transaksi Rp215 miar.

Lewat akuisisi BIL, WBSA membidik target penguatan posisi sebagai penyedia jasa logistik multimoda yang menyatu, sekaligus memperluas jangkauan ke sektor tambang dan komoditas hulu ber volume besar.

Selain memperbanyak basis kemitraan pelanggan, proses integrasi dengan BIL diproyeksikan mampu menekan biaya transportasi, memacu utilitas armada, serta meminimalkan ketergantungan pada vendor luar.

BIL sendiri bertindak sebagai perusahaan holding yang menguasai mayoritas saham PT Beruang Maritim Indonesia (BMI), yakni operator kapal angkutan laut domestik khusus komoditas tambang.

Berdasarkan hasil kalkulasi independen KJPP Kusnanto & Rekan, nilai pasar untuk 99,99 persen porsi saham BIL sejatinya menyentuh angka nominal Rp222,68 miliar.

Dengan demikian, nilai transaksi yang disepakati sebesar Rp215 miar tersebut tercatat berada di kisaran 3,45 persen di bawah nilai wajar pasar.

Sebagai informasi, WBSA resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 April 2026 lewat skema penawaran umum perdana saham (IPO).

Melalui momentum Go Public tersebut, emiten ini sukses meraup dana segar kisaran Rp302,4 miliar, di mana mayoritas penggunaannya dialokasikan untuk menyokong ekspansi akuisisi usaha.

Terkini