Pasar Domestik Lesu, Ekspor Langgeng Makmur Malah Meroket 42%

Rabu, 01 Juli 2026 | 00:50:31 WIB
Ekspor Melonjak 42%, Penjualan Langgeng Makmur (LMPI) Tembus Rp472 Miliar [FOTO: NET].

JAKARTA - Perusahaan manufaktur yang bergerak di sektor peralatan rumah tangga dan pipa plastik, PT Langgeng Makmur Industri Tbk. (LMPI), mencatatkan total perolehan penjualan sebanyak Rp472 miliar untuk tahun buku 2025. 

Direktur LMPI, Kosasih Koenawan, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan adanya koreksi sebesar 9,51% jika dibandingkan dengan realisasi di tahun 2024 yang mencapai Rp521 miliar.

“Penurunan total omzet dipicu oleh melambatnya penyerapan pasar domestik. Penjualan domestik perseroan tercatat turun 9,74% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp519 miliar menjadi Rp469 miliar pada 2025,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Rabu (1/7/2026).

Secara sektoral, ia menjelaskan bahwa pelemahan di pasar domestik bersumber dari divisi peralatan dapur aluminium yang susut 7,24% YoY ke angka Rp238 miliar, diikuti divisi peralatan rumah tangga plastik yang berkurang ke level Rp96 miliar, dan divisi pipa, fitting, serta profil yang melorot 10,54% YoY ke posisi Rp129 miliar.

"Kendati pasar domestik melandai, perseroan sukses mencetak lonjakan signifikan pada ceruk pasar internasional. Penjualan ekspor LMPI meroket 42,44% YoY dari US$0,144 juta pada 2024 menjadi US$0,190 juta pada tahun 2025, dengan fokus negara tujuan ke kawasan Asia termasuk Timur Tengah dan Australia," ujarnya.

Memasuki kuartal I/2026, ia mengungkapkan bahwa LMPI mulai memperlihatkan tanda-tanda kebangkitan dengan meraih penjualan bersih akumulatif sebesar Rp69 miliar. 

Capaian ini merepresentasikan pengamanan 14,6% dari total realisasi penjualan tahun sebelumnya. Secara rinci, sambungnya, omzet selama kuartal I/2026 disumbang oleh divisi peralatan dapur aluminium sebesar Rp23 miliar, sementara divisi peralatan rumah tangga plastik dan divisi pipa masing-masing berkontribusi Rp26 miliar dan Rp20 miliar.

Ia tetap optimistis menatap pertumbuhan ke depan mengingat besarnya potensi pasar produk konsumen dan infrastruktur di Indonesia.

 "Potensi pasar produk PVC dan PE sangat besar, terutama didorong oleh proyek infrastruktur pemerintah yang membutuhkan saluran air bersih, irigasi, serta saluran air rumah tangga dari sektor swasta," ujarnya.

Di tengah optimisme ekspansi, ia menerangkan bahwa manajemen LMPI menyoroti sejumlah risiko makroekonomi eksternal yang diantisipasi secara cermat pada semester II/2026.

 "Faktor risiko utama meliputi dampak eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah serta penutupan jalur logistik Selat Hormuz. Konflik tersebut memicu fluktuasi tajam pada harga minyak bumi internasional yang berimbas langsung pada pergerakan harga pokok bahan dasar produksi plastik dan pipa fitting," katanya.

Selain itu, menurutnya, tren depresiasi kurs rupiah terhadap dolar AS (USD) serta ketatnya persaingan produk plastik di pasar regional menjadi tantangan struktural bagi perseroan. 

Demi menjaga pangsa pasar, ia melanjutkan, perusahaan menerapkan delapan strategi taktis usaha. Langkah utamanya mencakup peningkatan efisiensi biaya (cost efficiency) di seluruh lini perusahaan guna membangun keunggulan kompetitif (competitive advantage), peremajaan sarana produksi, serta optimalisasi utilisasi aset. 

Selanjutnya, ia menyebut perseroan mengombinasikan inovasi dan diversifikasi produk dengan penguatan jalur komunikasi pelanggan guna menjaring perubahan selera konsumen secara berkelanjutan.

"Langkah ini dibarengi penjajakan kemitraan strategis baru dengan pelanggan potensial di sektor industri guna mengamankan volume penjualan jangka panjang," tuturnya.

Terkini