Emiten MAPI ERAL hingga PJAA Incar Berkah Libur Sekolah

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:27:31 WIB
Jajaran direksi Grup MAP.

JAKARTA - Momentum libur sekolah pertengahan tahun menjadi dorongan positif bagi deretan emiten di sektor ritel, pariwisata, hingga bidang transportasi.

Eskalasi aktivitas belanja keluarga serta pergerakan masyarakat sepanjang Juni hingga Juli diproyeksikan mampu menopang pertumbuhan kinerja korporasi di tengah goyahnya daya beli konsumen dan situasi ekonomi global.

PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), misalnya, menganggap masa libur sekolah sebagai faktor musiman penting yang menjaga kurva pertumbuhan omzet pada kuartal II 2026.

Secara historis, sumbangsih kuartal kedua hampir menyamai kuartal ketiga yang biasanya ikut disokong oleh tren masa kembali ke sekolah (back to school).

VP Investor Relations, Corporate Communications, and Sustainability MAP Group Ratih Darmawan Gianda mengutarakan bahwa performa korporasi pada April lazimnya melandai usai momen Lebaran berakhir.

Kendati demikian, gairah konsumsi publik merangkak naik kembali pada Mei hingga Juni sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat dan pengeluaran belanja rumah tangga.

"Pada Juni umumnya mulai mengalami peningkatan aktivitas. Secara kontribusi kuartalan, kuartal II hampir mirip dengan kuartal III karena ada faktor musiman [libur sekolah] yang cukup kuat," ujarnya dikutip, Senin (29/6/2026).

Pihak manajemen menguraikan bahwa kelompok konsumen kelas menengah ke atas yang menjadi ceruk bisnis utama mereka dinilai mempunyai daya tahan konsumsi yang relatif mumpuni.

Dalam dinamika ini, MAPI konsisten mengeksekusi ekspansi gerai secara selektif dengan ambisi meluncurkan hingga 600 toko baru sepanjang 2026 lewat modal kerja bernilai Rp2 triliun.

Manajemen juga merancang ekspansi untuk merek ACE Hardware yang belum lama ini diakuisisi, dengan target awal membuka empat sampai lima gerai di Jabodetabek.

Mengacu pada laporan keuangan per Maret 2026, MAPI sukses membukukan pendapatan bersih senilai Rp12,29 triliun, atau meroket sebesar 32,03 persen secara tahunan.

Selaras dengan capaian tersebut, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk bertengger di angka Rp628,03 miliar, atau melonjak tinggi 32,98 persen.

Di lini bisnis lain, PT Sinar Eka Selaras Tbk. (ERAL) ikut memaksimalkan musim libur sekolah demi mengejar target pertumbuhan total penjualan minimal 20 persen sepanjang tahun berjalan ini.

Direktur ERAL Andre Tanudjaja mengutarakan berbagai program insentif promosi belanja telah dimatangkan guna merespons tingginya aktivitas transaksi selama masa kelulusan serta kenaikan kelas.

"Di bulan Juni-Juli memang banyak aktivitas yang terkait sekolah. Pada saat yang sama terdapat kesempatan bagi para orang tua untuk memberikan hadiah kenaikan kelas maupun kelulusan. Kami juga menjalankan berbagai promo di seluruh jaringan toko untuk menyambut momentum ini," ujarnya.

Di samping mengandalkan musim libur sekolah, ERAL bertumpu pada gelaran Pekan Raya Jakarta (PRJ) untuk menarik arus kunjungan konsumen ke gerai fisik mereka.

Hingga periode kuartal I 2026, ERAL terpantau mengoperasikan 219 gerai penjualan, serta menorehkan pertumbuhan same store sales growth (SSSG) yang menyentuh angka 20,1 persen.

Guna mengantisipasi fluktuasi kurs rupiah dan penurunan daya beli, ERAL menggencarkan program diskon tengah tahun serta memfasilitasi skema cicilan 0 persen bagi pembeli.

Beralih pada sektor pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) menyebut musim libur sekolah sebagai salah satu periode paling krusial karena rutin menghadirkan lonjakan wisatawan.

Corporate Communication Ancol Daniel Windriatmoko menyampaikan bahwa perusahaan telah mematangkan bermacam-macam wahana hiburan serta ajang festival besar untuk menangkap potensi pasar ini.

"Libur sekolah merupakan salah satu momentum paling penting bagi Ancol setiap tahunnya. Pada periode ini kami melihat peningkatan minat masyarakat untuk berwisata bersama keluarga, sehingga secara historis jumlah kunjungan maupun aktivitas ekonomi di kawasan Ancol cenderung meningkat," ujarnya.

Pihak PJAA mematok target kunjungan total selama periode libur sekolah ini dapat menyentuh angka sebanyak 720.000 pelancong.

Lini rekreasi seperti Pantai Ancol, Dunia Fantasi, Sea World, Samudra, hingga Jakarta Bird Land diposisikan sebagai kontributor utama dalam mesin pendapatan perusahaan.

Berdasarkan publikasi finansial, omzet usaha PJAA berada pada level Rp207,58 miIiar pada kuartal I 2026, atau mengalami koreksi tipis sebesar 1,52 persen dari tahun sebelumnya.

Seiring melandainya pendapatan, catatan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk ikut membengkak menjadi senilai Rp38,80 miIiar.

Berkah musiman ini turut menjalar ke bisnis transportasi, di mana Direktur Utama PT Blue Bird Tbk. (BIRD) Andre Djokosoetono menyebut geliat wisata linier dengan kenaikan kebutuhan armada.

"Kami melihat layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal masih menjadi kebutuhan utama masyarakat dalam mendukung aktivitas selama masa libur sekolah," ujarnya.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis mengonfirmasi libur sekolah adalah motor penggerak berkala bagi sektor akomodasi, belanja, ritel, hingga wahana rekreasi.

Phintraco Sekuritas menyodorkan rekomendasi beli bagi saham JSMR dengan target harga pertama di level Rp3.150 dan target batas kedua pada posisi Rp3.300.

"Tantangan terbesar setelah periode libur sekolah adalah normalisasi permintaan. Aktivitas konsumsi dan mobilitas yang meningkat selama masa liburan berpotensi kembali ke level normal pada bulan berikutnya," ujar Alrich.

Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Wisnubroto menilai stimulus liburan sekolah cukup baik bagi konsumsi rumah tangga walau dampaknya tidak terlampau besar.

"Secara domestik, momen libur sekolah biasanya mendukung konsumsi rumah tangga, terutama di sektor pariwisata, transportasi, ritel, dan makanan-minuman karena ada peningkatan aktivitas bepergian dan belanja keluarga. Di antaranya pengelola pusat perbelanjaan dan ritel discretionary seperti MAPI, serta emiten consumer seperti AMRT." ujarnya.

Terkini