Fokus Layanan Investasi CIMB Niaga Ubah Arah Pengembangan OCTO

Kamis, 02 Juli 2026 | 23:02:01 WIB
Bank CIMB Niaga.

JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) mengambil langkah baru dalam merubah arah pengembangan aplikasi digital milik perseroan, OCTO.

Alih-alih mengejar konsep super app dengan ratusan fitur, kini perseroan lebih menjatuhkan pilihan guna memperdalam layanan investasi dan proteksi. Strategi ini dipasang demi meningkatkan loyalitas nasabah serta menangkap kebutuhan pengelolaan dana masyarakat yang kian kompleks.

Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga Lusiana Saleh mengutarakan bahwa fokus pengerjaan OCTO saat ini bukan lagi menambah kuantitas fitur, melainkan menyempurnakan pengalaman nasabah atau customer journey, mulai dari proses pembukaan rekening, bertransaksi, hingga berinvestasi dan memanfaatkan produk keuangan lainnya.

"Kalau dulu semua bank berlomba-lomba menjadi super app, pokoknya fiturnya harus paling banyak. Sekarang kami tidak lagi mengejar itu. Kami lebih fokus bagaimana melakukan deepening, memperkaya satu layanan agar pengalaman nasabah semakin baik," ujarnya di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Menurut penjelasan Lusiana, manuver tersebut dilatarbelakangi oleh adanya pergeseran perilaku dari masyarakat yang semakin mengandalkan jalur digital dalam mengatur urusan keuangan.

Sampai dengan saat ini, kurang lebih sekitar 90 persen dari keseluruhan total transaksi di CIMB Niaga sudah diproses melalui kanal digital. Sementara itu, sekitar 60 persen aktivitas pembukaan produk investasi layaknya reksa dana, obligasi, beserta instrumen pasar sekunder dikerjakan lewat aplikasi OCTO.

Ia memandang situasi pandemi Covid-19 kemarin menjadi satu momentum krusial yang mengakselerasi proses digitalisasi layanan perbankan. Tradisi nasabah yang dahulunya kudu datang langsung ke kantor cabang demi membuka rekening kini berbalik arah menuju layanan digital yang bisa diakses sewaktu-waktu.

"Semua orang mengeluh Covid, tetapi buat kami justru menjadi momentum akselerasi transaksi digital. Edukasi digital meningkat dan sekarang pembukaan tabungan pun mayoritas dilakukan secara digital," katanya.

Lusiana menguraikan bahwa transaksi yang paling sering dijalankan lewat OCTO masih dipimpin oleh transfer dana, yang kemudian disusul oleh metode pembayaran QRIS, top up dompet digital serta uang elektronik, pelunasan tagihan, hingga aktivitas transaksi investasi.

Walau demikian, pihak perseroan mengaku tidak lagi menitikberatkan fokus untuk mengejar pendapatan berbasis biaya transaksi (fee based income) dari pemanfaatan kanal digital tersebut.

CIMB Niaga bahkan meluncurkan kebijakan gratis biaya untuk beberapa model transaksi transfer melalui aplikasi OCTO sebagai bagian dari taktik jangka panjang demi mendongkrak loyalitas nasabah.

Menurut dirinya, pendekatan tersebut dipercaya sanggup menumbuhkan hubungan yang jauh lebih kuat antara pihak nasabah dengan bank lantaran nasabah akan memanfaatkan lebih banyak produk dalam satu payung ekosistem.

"Kami melihatnya secara jangka panjang. Mungkin pendapatan dari transaksi digital tidak sebesar sebelumnya karena banyak layanan yang digratiskan. Tetapi kalau nasabah semakin loyal, menggunakan lebih banyak produk dan bertahan lebih lama, hubungan dengan bank akan semakin kuat," tuturnya.

Sembari berjalan bersama strategi tersebut, CIMB Niaga pun turut memperdalam opsi layanan investasi yang ditunjuk sebagai fokus utama dari proyek pengembangan OCTO.

Pihak bank melihat gairah investasi lewat jalur digital terus merangkak naik, khususnya pada instrumen produk reksa dana serta obligasi yang waktu ini tampil sebagai penyumbang kontributor terbesar dalam transaksi investasi.

Di samping itu, fitur tabungan emas yang mulai dihadirkan di dalam aplikasi OCTO semenjak penghujung tahun 2025 juga memperlihatkan tren pertumbuhan yang terhitung pesat seiring volume transaksi dan minat nasabah yang terus mendaki.

Lusiana memaparkan bahwa seluruh instrumen produk investasi tersebut sengaja diformulasikan agar mampu diakses oleh lapisan masyarakat luas.

Aktivitas investasi reksa dana bisa diawali dari nominal Rp10.000, pembukaan tabungan emas di kisaran Rp80.000, sedangkan untuk pembelian produk obligasi pemerintah seperti ORI dapat diproses mulai dari angka Rp1 juta.

Bagi dirinya, strategi tersebut diluncurkan agar kegiatan investasi tidak hanya eksklusif dinikmati oleh kalangan nasabah kelas atas saja, melainkan juga menyasar mahasiswa hingga pekerja yang baru saja merintis karier.

"Kami ingin menjangkau lebih banyak segmen. Edukasi investasi itu penting sejak mahasiswa maupun first jobber. Yang terpenting masyarakat mulai memahami cara berinvestasi yang benar," ujarnya.

Di tengah situasi daya beli masyarakat yang sedang didera tekanan, CIMB Niaga juga mempertebal agenda edukasi seputar manajemen keuangan bagi wilayah keluarga.

Perseroan mendorong masyarakat untuk menyusun dana darurat serta mulai menanam investasi secara bertahap agar memiliki benteng ketahanan finansial sewaktu berhadapan dengan risiko tak terduga.

Lusiana menuturkan masih ada banyak warga, terkhusus bagi generasi muda, yang mengantongi kecenderungan belanja secara impulsif tanpa dibarengi dengan skema perencanaan keuangan yang mumpuni.

Di sudut lain, maraknya sebaran penawaran investasi dengan iming-iming imbal hasil yang melambung tinggi juga dirasa memperbesar risiko masyarakat terperosok ke dalam jebakan investasi ilegal.

"Kami tidak ingin masyarakat melakukan spending yang tidak terarah. Yang kami dorong adalah mereka memiliki dana darurat dan investasi. Kami juga terus mengedukasi agar masyarakat memahami investasi yang benar dan tidak mudah tergiur investasi bodong," katanya.

Ia mengimbuhkan bahwa aktivitas investasi juga perlu diterapkan dengan memegang prinsip diversifikasi yang selaras terhadap profil risiko dari masing-masing nasabah.

Oleh karena itu, CIMB Niaga tidak mengarahkan masyarakat untuk menaruh seluruh modal dana mereka hanya pada satu instrumen investasi saja, melainkan menebar portofolio ke bermacam aset, dari reksa dana, obligasi, hingga komoditas emas.

CIMB Niaga saat ini juga tengah merancang fitur lanjutan pada sektor layanan emas yang berjalan atas hasil kerja sama dengan pihak Pegadaian.

Tidak sebatas melayani urusan transaksi jual beli saja, perseroan juga menyiapkan rupa-rupa fitur baru seperti proses pencetakan emas serta perluasan layanan lain agar pengalaman investasi dari nasabah kian lengkap.

Langkah ini berjalan beriringan dengan kampanye bertajuk "OCTO untuk Keluarga Indonesia" yang diumumkan oleh CIMB Niaga.

Lewat koridor pendekatan tersebut, perseroan berkeinginan mengubah posisi OCTO agar tidak sekadar menjadi aplikasi transaksi semata, melainkan menjelma sebagai platform yang menemani kebutuhan finansial keluarga dari pengelolaan dana, investasi, proteksi, hingga pembiayaan di tiap tingkatan fase kehidupan.

Terkini