Emiten AKRA Gandeng Hyundai Industries Garap Proyek Kapal FSRU Baru

Kamis, 02 Juli 2026 | 01:15:01 WIB
PT AKR Corporindo Tbk.

JAKARTA - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melalui entitas anak usahanya, yaitu PT Andalanesa Energi Primer, resmi mengikat kemitraan strategis dengan perusahaan galangan kapal global Hyundai Industries.

Kedua belah pihak bersepakat untuk menggarap proyek pembangunan satu unit kapal Floating Storage Regasification Unit (FSRU) dengan nilai investasi fantastis mencapai US$319,69 juta.

Melalui laporan tertulis keterbukaan informasi publik tertanggal 30 Juni 2026, Presiden Direktur AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo memaparkan esensi utama di balik proyek kerja sama kakap ini.

Langkah pengadaan armada baru tersebut sengaja ditempuh untuk memperkuat lini bisnis logistik energi milik perseroan, khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan infrastruktur penyimpanan terintegrasi.

"FSRU tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan usaha dalam rangka penyimpanan, regasifikasi, dan penyaluran Gas Alam Cair (LNG)," tulis Haryanto, dikutip Kamis (2/7/2026).

Sebagai informasi pelengkap, struktur dari PT Andalanesa Energi Primer sendiri berstatus sebagai badan usaha patungan (joint venture) yang dibentuk secara kolaboratif oleh tiga entitas korporasi.

Ketiga entitas konglomerasi tersebut meliputi pihak AKRA, kemudian PT Arthakencana Rayatama, serta entitas mitra global luar negeri yakni BW FSRU VII Pte.

Dalam porsi kepemilikan struktur modal pada perusahaan patungan ini, emiten berkode saham AKRA tersebut tercatat menggenggam porsi kepemilikan saham yang dominan yakni sebesar 49 persen.

Di sisi lain, HD Hyundai Heavy Industries Co. Ltd. atau yang akrab dikenal sebagai Hyundai Industries, merupakan korporasi raksasa di sektor industri manufaktur alat berat.

Perusahaan asal Korea Selatan tersebut hingga saat ini juga masih menempati posisi puncak sebagai salah satu produsen pembuat kapal laut dengan skala terbesar di dunia.

Pihak manajemen memastikan jika dalam hubungan kemitraan bisnis ini, sama sekali tidak terdapat indikasi atau unsur hubungan afiliasi antara AKRA dengan pihak Hyundai Industries.

Lebih mendalam, ruang lingkup isi kontrak kesepakatan bernilai jumbo ini mencakup pengerjaan fase cetak biru perancangan, tahapan pemasangan instalasi, proses pembangunan fisik, hingga peluncuran armada.

Bukan sebatas itu, kesepakatan juga mencakup pemenuhan kelengkapan komponen, fase penyelesaian akhir, uji kelayakan survei, hingga proses finalisasi transaksi penjualan dan penyerahan aset unit FSRU berkapasitas 170.000 meter kubik.

Akumulasi nilai total dari kontrak pengerjaan sekaligus pembelian aset FSRU ini menyentuh angka US$319,69 juta atau setara dengan proyeksi nominal Rp5,69 triliun dengan asumsi kurs Rp17.800 per dolar AS.

Skema pembayaran atas proyek raksasa ini nantinya bakal dieksekusi secara bertahap dalam 6 termin pengerjaan, selaras dengan pasal ketentuan yang telah disepakati bersama.

Target penyelesaian dari seluruh rangkaian konstruksi hingga agenda serah terima unit kapal FSRU ini diperkirakan bakal rampung sepenuhnya pada periode pertengahan tahun 2029 mendatang.

"Dalam hal pembuatan kapal FSRU telah selesai, maka Perseroan melalui PT Andalanesa Energi Primer dapat memanfaatkan kapal FSRU untuk mendukung kegiatan usaha yang dilakukan perseroan dan diproyeksi akan mendapatkan keuntungan secara finansial dari pemanfaatan kapal FSRU tersebut," tulis Haryanto.

Terkini