Emiten KRAS Lepas Aset The Royale Krakatau Hotel Rp312 Miliar

Kamis, 02 Juli 2026 | 01:27:32 WIB
Ilustrasi Hot Strip Mill milik PT Krakatau Steel.

JAKARTA - PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) melalui anak perusahaannya, PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI), secara resmi menyerahkan aset properti The Royale Krakatau Hotel kepada PT Hotel Indonesia Natour (HIN) dan InJourney.

Pihak manajemen KRAS mengungkapkan bahwa aksi pemisahan (spin-off) aset penginapan tersebut menjadi bagian penting dalam program restrukturisasi internal korporasi Grup Krakatau Steel.

Langkah korporasi ini juga diambil demi menyelaraskan kebijakan transformasi serta agenda optimalisasi portofolio aset milik BUMN.

"Melalui pengalihan ini, pengelolaan unit usaha perhotelan akan diintegrasikan secara penuh ke dalam ekosistem PT HIN di bawah naungan Holding Pariwisata dan Pendukung (InJourney)," tulis manajemen KRAS dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (2/7/2026).

Adapun untuk nilai transaksi pemisahan aset The Royale Krakatau Hotel tersebut dilaporkan menembus angka Rp312 miliar.

Jumlah investasi itu setara dengan kisaran 2,58 persen dari total ekuitas perseroan mengacu pada dokumen laporan keuangan per 31 Desember 2025.

Sebagai bentuk kompensasi atas penyerahan aset hotel dari PT KSI tersebut, pihak PT HIN bakal menerbitkan instrumen saham baru Seri C.

Saham baru itu nantinya akan diserap secara langsung oleh PT KSI mengacu pada nilai kesepakatan yang telah disetujui kedua belah pihak.

Aksi pengalihan portofolio ini diharapkan mampu membangun efisiensi operasional yang kokoh, mendongkrak standar mutu pelayanan, serta menjamin pengelolaan akomodasi oleh entitas ahli di bidang pariwisata nasional.

Di sisi lain, manajemen KRAS menyebut transaksi pemisahan ini akan memberikan ruang strategis yang signifikan bagi PT KSI untuk melakukan pemurnian bisnis (business purification).

Sehabis melepaskan portofolio non-inti di sektor akomodasi perhotelan, PT KSI bakal mengonsentrasikan seluruh sumber daya manusia, modal, hingga kapasitas manajemen untuk fokus pada lini bisnis utama.

Fokus bisnis tersebut diarahkan pada tata kelola kawasan industri terintegrasi, pemenuhan pasokan infrastruktur dasar, serta penyediaan layanan logistik strategis.

"Fokus yang lebih tajam ini diharapkan dapat memacu akselerasi pertumbuhan performa komersial PT KSI, meningkatkan efisiensi alokasi modal, dan pada akhirnya memperkuat posisi PT KSI sebagai penyedia solusi infrastruktur industri yang kompetitif dan berkelanjutan di Indonesia," tulis manajemen KRAS.

Rencana pelepasan portofolio perhotelan BUMN ini sekaligus menjadi langkah tindak lanjut atas arahan strategis dari pihak PT Danantara Asset Management (Persero).

Instruksi tersebut berkaitan dengan agenda konsolidasi lini perhotelan pelat merah dan penataan struktur bisnis dengan memperhatikan Surat Danantara No. SR.216/DI-DAM/DO/2025 tanggal 28 November 2025 Pengalihan Operatorship kepada HIN.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan periode akhir Maret 2026, emiten KRAS berhasil menorehkan perolehan laba bersih senilai US$2,58 juta atau berkisar Rp43,60 miliar.

Pencapaian pada periode kuartal I/2026 ini tercatat berbalik positif dari performa kuartal I/2025 yang sempat membukukan rugi bersih jumbo mencapai US$46,90 juta.

Sinyal pemulihan laba bersih ini didorong oleh faktor pertumbuhan nilai pendapatan sebesar 11,76 persen secara tahunan menjadi US$262,36 juta.

Arus pendapatan tersebut disokong oleh lini bisnis produk baja yang menyumbang US$256,64 juta, diikuti sektor sarana infrastruktur senilai US$77,47 juta, serta bidang rekayasa konstruksi US$3,3 juta.

Di samping itu, emiten baja nasional ini terbukti sanggup menekan laju kenaikan beban pokok pendapatan yang hanya merangkak tipis 1,07 persen menjadi US$224,18 juta.

Berkat efisiensi tersebut, perolehan laba kotor dari KRAS dilaporkan melonjak drastis hingga 194,74 persen secara tahunan menuju level US$38,18 juta.

Hingga periode Maret 2026, akumulasi total aset dari perseroan terdokumentasi berada di level US$2,91 m­iliar atau tumbuh sebesar 5,23 persen sejak awal tahun.

Secara lebih rinci, pos liabilitas naik 6,10 persen ke posisi US$2,16 m­iliar, sedangkan untuk ekuitas bertengger di angka US$745,67 juta atau naik 2,78 persen.

Terkini