Stok Melimpah Bikin Harga Cabai dan Bawang di Pasar Kopro Turun

Jumat, 03 Juli 2026 | 21:24:32 WIB
Ilustrasi Pedagang sayur di Pasar Tomang Barat, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Kamis (19/10/2023).

JAKARTA - Nilai jual komoditas cabai dan bawang di Pasar Tomang Barat atau Pasar Kopro, Grogol Petamburan, Jakarta Barat (Jakbar), dilaporkan mulai melandai sejak satu minggu belakangan.

Seorang pedagang sayur-mayur bernama Fauzi (23) menyebutkan bahwa penyusutan tingkat harga tersebut terjadi pada seluruh varian cabai.

"Semua jenis cabai harganya turun," kata Fauzi di Pasar Kopro, Jakarta Barat, Jumat.

Banderol cabai rawit merah saat ini menyentuh angka Rp60 ribu per kilogram (kg), setelah sebelumnya sempat menembus angka Rp80 ribu per kg.

Selanjutnya, harga untuk cabai hijau besar kini berada di angka Rp50 ribu per kg, cabai keriting hijau Rp50 ribu per kg, cabai rawit merah Rp60 ribu per kg, cabai keriting merah Rp60 ribu per kg, cabai merah besar Rp60 ribu per kg, serta cabai rawit hijau Rp70 ribu per kg.

Fauzi menceritakan bahwa tren penurunan harga komoditas cabai tersebut sudah berjalan selama lebih dari satu pekan terakhir.

Bukan hanya komoditas cabai, harga komoditas bahan pokok lainnya yang terpantau ikut mengalami penurunan adalah bawang merah.

"Bawang merah turun dari Rp70 ribu per kilogram, jadi Rp60 ribu per kilogram," ungkap Fauzi.

Di sisi lain, untuk komoditas bawang putih harganya terpantau masih normal, yakni berada di kisaran Rp45 ribu-Rp50 ribu per kg.

Pedagang lain di pasar yang sama, Ida Rahayu (56) menuturkan penurunan harga cabai dan bawang ini sejatinya sudah bergulir sekitar semenjak dua minggu belakangan.

Menurut pendapat dia, salah satu faktor pemicu turunnya harga tersebut yaitu ketersediaan stok yang melimpah di Pasar Induk.

"Biasanya, kalau harga lagi naik (melambung) itu karena stoknya kurang, kosong, terus pengirimannya juga telat," tutur Ida.

Pada kesempatan terpisah, salah satu pengunjung pasar bernama Jamilah (38) menyambut positif perihal penurunan harga sejumlah bahan pangan pokok tersebut.

Oleh karena tingkat harganya yang sedang merosot, dia pun mengaku tidak ragu untuk membelinya dalam kapasitas yang cukup banyak.

"Kalau harga lagi tinggi, kayak beli cabai, ya, pembeliannya dikurangin, dari misalnya satu kilogram, jadi cuma setengah kilogram," ujar Ida.

Lebih jauh, dia menaruh harapan agar tingkat harga kebutuhan pokok di wilayah pasar tradisional dapat terus stabil seperti kondisi sekarang ini.

Terkini