ADRO Jamin Transaksi Hedging KAI untuk Proyek Smelter Aluminium

Jumat, 03 Juli 2026 | 00:16:01 WIB
Ilustrasi Pekerja beraktivitas di smelter aluminium di Kabupaten Batubara, Sumatra Utara.

JAKARTA - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) mempublikasikan agenda transaksi afiliasi berupa penyerahan dana jaminan kepada entitas anak usahanya, PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI), dengan batas nilai tertinggi menyentuh angka US$100 juta.

Fasilitas penjaminan ini dikucurkan kepada KAI yang telah meresmikan kesepakatan International Swaps and Derivatives Association (ISDA) Master Agreement and Schedule (ISDA Agreement) demi kebutuhan lindung nilai (hedging) atas pergerakan harga komoditas aluminium.

Pada momen sekarang ini, KAI tengah gencar melaksanakan langkah ekspansi serta mematok target pemenuhan volume kapasitas produksi aluminium secara utuh pada tahun 2026.

"Sehubungan dengan rencana pelaksanaan transaksi hedging tersebut, perseroan memberikan jaminan dengan total nilai nominal sesuai dengan jumlah terutang yang perlu dibayarkan KAI sesuai dengan transaksi hedging dengan nilai maksimal sebesar US$100 juta," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Jumat (3/7/2026).

Eksekusi penyerahan jaminan ini disalurkan dalam wujud Corporate Guarantee oleh pihak ADRO guna memberikan garansi atas pemenuhan beban kewajiban setoran dana KAI merujuk pada kesepakatan hedging bersama institusi keuangan global.

Tujuan utama dari pengadaan transaksi tersebut ialah wujud sokongan ADRO bagi pengaplikasian manajemen tata kelola risiko yang optimal bagi internal KAI.

Melalui penerapan skema pengelolaan risiko yang cermat, KAI diproyeksikan sanggup merawat stabilitas performa operasionalnya yang kelak berujung pada sumbangsih positif bagi neraca keuangan konsolidasian milik ADRO.

Pihak manajemen turut menerangkan bahwa ADRO konsisten menjalankan agenda diversifikasi lini usaha demi mewujudkan bauran portofolio korporasi yang jauh lebih berimbang sekaligus pembuat kontribusi bernilai tambah.

Di dalam program diversifikasi usaha tersebut, ADRO berupaya menangkap peluang potensial di sektor ekonomi hijau lewat agenda transformasi bisnis, tidak terkecuali pada area pemrosesan bahan mineral.

"Pengembangan pengolahan mineral tersebut dilakukan oleh perseroan, salah satunya melalui KAI sebagai perusahaan ventura bersama. KAI merupakan perusahaan yang 55,26% sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh perseroan dan berfokus pada produksi ingot aluminium dari smelter aluminium yang berlokasi di kawasan industri di provinsi Kalimantan Utara," tulis perseroan.

Memasuki masa akhir tahun 2025, KAI tercatat telah mengawali tahapan pengujian serta komisioning pada sejumlah lini smelter aluminium miliknya.

Langkah operasional pot ke depan bakal ditingkatkan secara strategis demi mengejar perolehan kapasitas produksi komplit di tahun 2026, bersamaan dengan rencana memulai aktivitas penjualan aluminium pertama mereka.

Menyikapi rencana besar itu, skema transaksi hedging atas porsi volume perdagangan aluminium yang bakal digulirkan KAI diramal sanggup memitigasi dampak dari gejolak harga pasar terhadap aktivitas bisnis, arus kas, dan kinerja finansial perusahaan.

Terkini