PPRO Alihkan Prime Park Hotel Bandung ke HIN & InJourney

Jumat, 03 Juli 2026 | 00:27:01 WIB
PP Properti Alihkan Prime Park Hotel Bandung Senilai Rp133,01 M [FOTO: NET].

JAKARTA – Perusahaan properti PT PP Properti Tbk. (PPRO) melepas kepemilikan aset Prime Park Hotel Bandung kepada PT Hotel Indonesia Natour dan InJourney dengan nilai kesepakatan Rp133,01 miliar.

Merujuk pada laporan keterbukaan informasi, langkah transaksi tersebut dieksekusi sebagai bagian dari agenda konsolidasi lini perhotelan milik BUMN yang sejalan dengan instruksi Badan Pengaturan (BP) BUMN serta PT Danantara Asset Management. 

Untuk ke depannya, PPRO bakal mengonsentrasikan strategi korporasi pada ekspansi bisnis inti di bidang properti, yang mencakup pembangunan kawasan hunian (residensial), area komersial, serta aktivitas manajemen aset.

"Rencana transaksi ini merupakan bagian dari strategi optimalisasi portofolio investasi Perseroan melalui pengalihan aset hotel kepada entitas yang berfokus utama di bidang perhotelan," tulis manajemen PPRO, dikutip Jumat (3/7/2026).

Adapun nominal dari akuisisi Prime Park Hotel Bandung tersebut menyentuh angka Rp133,01 miliar. Pada proses pengerjaannya, mekanisme yang digunakan adalah inbreng (penyetoran modal non-tunai) aset hotel lewat penerbitan instrumen saham baru seri C oleh HIN kepada PPRO. Di waktu yang bersamaan, pihak InJourney bakal menebus saham baru seri C milik PPRO tersebut secara tunai.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan per 31 Maret 2026, PPRO menorehkan perolehan omzet usaha di angka Rp78,72 miliar. Realisasi ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 20,10% secara tahunan (year on year/yoy) dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp65,54 miIiar.

Kendati demikian, melambungnya sejumlah pos pengeluaran memaksa perseroan membukukan kerugian bersih senilai Rp78,23 miliar di sepanjang triwulan pertama 2026. Hasil tersebut berbanding terbalik dari torehan laba bersih senilai Rp141,82 miliar yang didapat pada kuartal pertama tahun 2025. Sementara itu, total aset perusahaan tercatat berada di level Rp10,58 triliun, yang ditopang oleh pos liabilitas senilai Rp4,51 triliun serta ekuitas sebesar Rp6,06 triliun.

Terkini