Kemenhaj Evaluasi Komprehensif untuk Transformasi Layanan Haji

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:38:01 WIB
Ilustrasi haji.

JAKARTA - Otoritas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mempunyai rencana untuk mendongkrak kapabilitas para petugas sekaligus membenahi sistem manajemen logistik demi menyambut musim haji di masa depan.

Gagasan tersebut mencuat ketika berlangsungnya agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M yang dihelat oleh Kemenhaj RI di Asrama Haji Kelas I Jakarta pada Sabtu (4/7/2026).

Upaya ini menjadi bagian dari langkah pembenahan sistemik pelaksanaan haji yang sedang dipacu oleh Kemenhaj demi menyajikan pelayanan yang lebih ramah jemaah, profesional, tanggap situasi, serta mengutamakan kepuasan jemaah.

"Setiap tahapan penyelenggaraan haji kami evaluasi secara komprehensif," kata Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo dalam siaran pers, Minggu (5/7/2026).

Di samping itu, Kemenhaj juga bakal memperkuat program bimbingan manasik secara lebih padu, mengoptimalkan fasilitas pelayanan sewaktu fase Armuzna, dan mempertajam pelayanan khusus bagi jemaah disabilitas atau lansia melalui program safari wukuf serta badal haji.

Tujuan dari program ini adalah agar segala bentuk pelayanan yang diberikan dapat berjalan lebih efisien, memiliki parameter yang jelas, serta cepat tanggap terhadap segala keperluan jemaah.

Bagi instansi Kemenhaj sendiri, proses peninjauan ulang ini bukan cuma instrumen untuk mengukur keberhasilan program yang sudah berjalan, melainkan menjadi pijakan dasar dalam merancang manajemen haji yang modern, adaptif, dan berkelanjutan.

"Kesempurnaan pelayanan jemaah tidak lahir dari kebetulan, melainkan dari mitigasi sistemik yang terencana dan tepat," beber dia.

Puji mengutarakan bahwa peninjauan ulang bakal digulirkan secara menyeluruh supaya tiap pembenahan yang dilakukan benar-benar menjawab kendala jemaah sekaligus memperkokoh mutu pelaksanaan haji ke depannya.

Segala bentuk pengalaman riil di lapangan serta himpunan data yang didapat bakal dijadikan fondasi utama dalam merancang aturan yang lebih akurat guna mendongkrak mutu pelayanan bagi jemaah.

Ke depannya, seluruh poin rekomendasi yang lahir dari forum Rakernas ini akan dikonversikan menjadi blueprint aksi nyata yang siap diterapkan sebagai bagian dari penguatan sistem haji di Indonesia.

"Seluruh rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi pijakan dalam menyusun kebijakan dan langkah strategis menuju penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M yang semakin berkualitas, efektif, dan berorientasi pada kepuasan jemaah," pungkas Puji.

Terkini