Menhaj Sebut Ada Kemungkinan Biaya Haji 2027 Mengalami Kenaikan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:44:02 WIB
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf.

JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf tidak membantah kabar mengenai biaya pelaksanaan ibadah haji pada 2027 yang diperkirakan bakal melonjak dibanding musim haji tahun lalu.

“Angka kenaikan, kemungkinan besar ada kenaikan (biaya),” kata Irfan saat ditemui di Lapangan Makodau I, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (4/7/2026).

Walaupun begitu, Irfan masih enggan membeberkan secara rinci nominal kenaikan tarif haji tersebut. Berdasarkan penjelasannya, rancangan anggaran bakal digodok terlebih dahulu bersama pihak DPR sebelum diketok palu.

“Nanti kami akan bahas, kami sudah ajukan anggarannya cuma nanti akan dibahas dengan Pak Marwan (Ketua Komisi VII DPR RI) dan timnya, dengan kami juga,” tegas dia.

Irfan memastikan bahwa pihak eksekutif bakal berikhtiar semaksimal mungkin supaya lonjakan tarif haji ini kelak tidak memberatkan para calon jemaah.

Pada momentum tersebut, Irfan pun memaparkan faktor pemicu seperti melambungnya harga avtur pesawat hingga merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

“Kita tidak bisa mengelak depresiasi mata uang kita, nilai harga dari avtur, dan pemerintah Saudi juga mengubah beberapa layanan, meningkatkan beberapa layanan yang otomatis juga akan berpengaruh pada harga dari layanan itu sendiri,” ucap dia.

Oleh sebab itu, jajaran Kementerian Haji dan Umrah bersama Komisi VIII DPR kini mulai mengalkulasi nominal ongkos haji yang dipandang logis sekaligus tetap ramah di kantong publik.

“Kita mulai menghitung-hitung dengan teman-teman DPR Komisi VIII berapa harga yang layak, yang pantas, dan tentu yang tidak memberatkan kepada jemaah haji kita,” pungkas dia.

Terkini