Pembangunan IKN Tahap 2 Diproyeksikan Dongkrak Ekonomi Wilayah

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:05:01 WIB
Ilustrasi istana negara IKN Baru.

JAKARTA - Jajaran Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mematok rasa optimis bahwa pelaksanaan proyek pembangunan ibu kota baru Indonesia tahap dua di area Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, bakal memicu akselerasi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

"Dampak ekonomi diperkirakan semakin meningkat pada periode pembangunan IKN tahap dua (2025-2029)," ujar Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN Mia Amalia ketika ditanya menyangkut proyeksi IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, Sabtu.

Berdasarkan data riset pembangunan ibu kota baru tahap satu tempo lalu, Otorita IKN mencatat laju ekonomi Kabupaten Penajam Paser Utara selaku area inti pengerjaan sukses meroket hingga kisaran 19,9 persen, menduduki angka tertinggi dibanding daerah lain di Kalimantan Timur.

Grafik ekonomi Provinsi Kalimantan Timur pun ikut terdongkrak di angka 3,7 persen, tergolong dominan di banding provinsi lain pada regional Kalimantan akibat serapan belanja negara serta masifnya modal investasi masuk, dengan lini konstruksi selaku motor penggerak utama struktur PDRB pasca-berjalannya proyek IKN, urai Mia Amalia.

Variabel produk domestik regional bruto (PDRB) tersebut diproyeksikan mampu menyumbang kontribusi yang masif bagi area penyangga, disertai stimulus positif jangka panjang bagi grafik pertumbuhan ekonomi makro.

Tata kelola dampak pengerjaan IKN bakal diarahkan dari sekadar aktivitas konstruksi menuju penguatan rantai pasok lokal, peningkatan kapasitas pekerja, pelibatan pengusaha lokal, hingga diversifikasi lini bisnis lainnya, jelasnya.

Proyeksi masa depan tersebut menjadi sangat vital di tengah situasi dinamika politik dunia serta keperluan internal Kalimantan Timur untuk mempercepat peralihan ekonomi dari sektor pengerukan alam (ekstraktif) ke arah sektor yang lebih produktif dan bernilai jual tinggi.

Menurut pandangannya, koridor penataan tersebut sangat selaras dengan visi pengembangan via Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) guna melebarkan cakupan dampak jangka panjang dari proyek IKN.

Melalui jalinan integrasi antara wilayah ibu kota baru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Samarinda, hingga area luar, poros IKN dikonsepkan bertindak sebagai sentral pertumbuhan ekonomi baru, tambah Mia.

Hadirnya sentral pertumbuhan anyar ini ditargetkan mampu mendorong geliat ekonomi Provinsi Kalimantan Timur agar beralih ke koridor usaha yang lebih produktif, memiliki nilai tambah, serta berwawasan jangka panjang.

Riak positif dari proyek besar IKN perlahan mulai merembet ke kawasan sekitar lewat melonjaknya permintaan komoditas barang, layanan jasa, kebutuhan logistik, sektor perhotelan, sarana transportasi, perdagangan, serta bisnis penunjang lainnya.

Arus aktivitas pengerjaan mega proyek ini kian membentuk rantai keterikatan ekonomi yang padu dengan berbagai daerah mitra di Kalimantan, sehingga tidak sekadar menumpuk di area Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) semata, beber dia.

"Keberhasilan IKN tidak hanya diukur dari jumlah gedung, tapi juga dari pertumbuhan ekonomi dan manfaat dirasakan warga sekitar," katanya menambahkan.

Terkini