Kisah Pelabuhan Pangandaran: Ramai Penikmat Senja walau Sepi Kapal

Senin, 06 Juli 2026 | 21:18:02 WIB
Sepi Kapal, Pelabuhan Pangandaran Justru Ramai Pemancing [FOTO: NET].

JAKARTA - Jembatan dermaga yang panjang di area pesisir Bojongsalawe itu mencuat menghadap langsung ke arah laut selatan. Di kala sore, zona Pelabuhan Pangandaran terlihat kian padat oleh warga yang menjinjing alat pancing ketimbang hilir mudik armada kapal yang berlabuh.

 Sebagian pelancong duduk santai di tepi dinding beton pelabuhan sembari menanti umpan pancing dilempar.

Sebagian lainnya melangkah ke arah ujung dermaga guna menyaksikan pemandangan langit senja yang lambat laun memerah jingga. 

Desau angin laut bertiup tergolong kencang, menyapu kawasan tepi pantai Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, yang belakangan akrab sebagai salah satu area memancing warga. 

Akan tetapi, jauh sebelum beralih fungsi menjadi area memancing seperti sekarang, area Pelabuhan Pangandaran ini rupanya dulu mempunyai rupa yang kontras.

Hendra (39), penduduk asal Cijulang, terhitung rutin berburu ikan di lokasi tersebut, tiga kali dalam seminggu. Dirinya masih teringat tatkala wilayah pesisir itu mulanya difungsikan sebagai arena balap kuda. Saat ini, tapaknya hampir sirna pasca-abrasi dan pengerjaan pelabuhan mengubah total rupa pantai itu.

"Dulunya lapangan pacuan kuda, kena abrasi, banyak abrasinya. Tahun 2015 mulai jadi pelabuhan," kata Hendra saat ditemui di kawasan dermaga, Jumat (3/7/2026).

Harapan Saat Pelabuhan Dibangun

Pengerjaan Dermaga Pelabuhan Bojongsalawe atau yang secara legal disematkan nama Pelabuhan Pangandaran diawali pada 2015. Kala itu, masyarakat pesisir menaruh ekspektasi masif atas kehadiran pelabuhan yang dipercaya dapat mendongkrak denyut ekonomi kawasan selatan Pangandaran tersebut.

Warga membayangkan armada kapal berukuran besar bakal berkala merapat. Kegiatan perniagaan hingga sirkulasi hasil laut diprediksi tumbuh sejalan dengan bergulirnya operasional pelabuhan.

 Kegunaan utama Pelabuhan Pangandaran ialah selaku pusat aktivitas perikanan tangkap serta area berlabuhnya ikan untuk nelayan setempat. Di samping itu, sarana tersebut diharapkan mengampu kegiatan kemaritiman, memelihara stok logistik perikanan, sekaligus menjadi magnet pertumbuhan ekonomi daerah.

Kendati demikian, nyaris satu dekade bergulir, denyut aktivitas di Pelabuhan Kelas III Pangandaran belum berjalan maksimal. Walaupun sempat dilangsungkan agenda uji coba sandar kapal pada Maret 2021, zona pelabuhan hingga sekarang belum padat oleh pergerakan kapal maupun bongkar muat logistik.

"Enggak tiap hari ada transit di sini," ujar Hendra.

Keadaan tersebut malahan sempat dibeberkan langsung oleh Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, kala bersua dengan Wakil Menteri Perhubungan RI, Suntana, di Jakarta pada Selasa (30/6/2026).

 Di dalam pertemuan itu, Citra memaparkan pelabuhan yang sudah lama rampung itu belum dapat difungsikan secara optimal, termasuk guna memayungi aktivitas nelayan di sana.

Dari Jalur Joging hingga Tempat Memancing

Sebelum akses ke pelabuhan disekat menggunakan pagar beton, area Pelabuhan Pangandaran sempat menjadi ruang publik bagi warga sekitar. Pada pagi hari, masyarakat umum kerap melakukan joging menelusuri pesisir pantai hingga berputar di dermaga.

Sementara pada sore hari, para penggila mancing memadati area benteng pelabuhan sembari menunggu umpan mereka disambar ikan. Dermaga panjang yang menjorok lurus ke laut selatan menjelma menjadi salah satu titik favorit untuk memancing. 

Laut Bojongsalawe yang memiliki ombak besar memang tidak aman untuk aktivitas berenang, namun justru memikat daya tarik bagi masyarakat yang hobi memancing.

Kini, atmosfer itu tetap terlihat walau akses masuk menuju wilayah pelabuhan kian ketat. Para pengunjung wajib mengantongi izin terlebih dahulu kepada petugas di pintu masuk sebelum melangkah menuju dermaga. 

Kendaraan roda dua maupun roda empat juga tidak diperbolehkan masuk hingga area dalam pelabuhan, sehingga para pengunjung kudu berjalan kaki berkisar 200 meter mengarah ke bibir dermaga sembari menjinjing perlengkapan masing-masing.

Bukan cuma pemancing, beberapa pedagang asongan juga terlihat menggelar lapak sederhana di area sekitar pintu masuk pelabuhan. Di tengah belum maksimalnya kegunaan utama pelabuhan, dermaga Bojongsalawe ini malahan tetap hidup lewat geliat aktivitas lain yang menjamur di sekelilingnya. 

Dari semula bekas arena balap kuda, kemudian disulap menjadi pelabuhan, wilayah pesisir itu kini justru kian lekat bagi kalangan pemancing dan warga yang mampir menikmati senja laut selatan Pangandaran.

Terkini