JAKARTA - Kematangan diri, terutama dalam hal emosional, menjadi fondasi utama bagi seseorang yang ingin mulai membangun sebuah hubungan yang sehat. Orang yang telah matang secara emosional dinilai mempunyai kemampuan yang baik dalam mengendalikan perasaan serta tekanan hidup lewat tindakan yang produktif sekaligus sehat.
"Orang yang matang secara emosional sadar diri, peka terhadap emosi mereka dan tahu bagaimana mengelolanya," kata Eri Nakagami, direktur klinis Embark Behavioral Health West LA Outpatient Clinic, mengutip dari Very Well Health.
Menurut penjelasan Nakagami, individu yang memiliki kedewasaan emosional berhasil melatih kemampuan kognitif serta emosinya demi melewati kondisi yang penuh dengan tekanan. Tidak hanya itu, mereka pun selalu mempunyai jalan keluar terbaik saat harus berhadapan dengan berbagai rintangan kehidupan.
Ketika seseorang matang secara emosional, mereka bakal mampu mengalihkan perhatian dari ego maupun pandangan pribadi pada situasi tertentu, untuk kemudian berfokus melihat kondisi emosi orang lain atau berempati.
"Pikiran dan perasaan mereka mampu diungkapkan dengan cara yang sehat dan konstruktif, memastikan bahwa mereka memperlakukan orang lain dengan hormat dan menuntut hal yang sama dari orang lain.," kata psikolog klinis Lisa Lawless.
Ciri selanjutnya adalah mampu mengenali perasaan diri sendiri sekaligus mengerti sumber dari emosi tersebut, sehingga penanganannya bisa dilakukan secara tepat. Orang yang matang emosinya juga tidak kaku dalam berpikir, fleksibel, kreatif, adaptif, serta terbuka terhadap pandangan berbeda dari orang lain.
Selain itu, kedewasaan emosional membuat seseorang berani menerapkan batasan yang sehat dan tegas menolak hal yang melanggar privasi agar tidak merugikan diri sendiri. Mereka pun memiliki kerendahan hati untuk mengakui kesalahan dan bertanggung jawab atas tindakannya sebagai proses belajar.
Saat dihadapkan pada stres, mereka tidak akan menghindar melainkan mengelolanya dengan cara positif, seperti menikmati waktu sendiri atau bermain dengan hewan peliharaan. Terakhir, mereka sangat lihai dalam menuntaskan konflik yang terjadi.
"Mereka yang matang secara emosional dapat menyelesaikan konflik secara efektif, karena mereka adalah pendengar aktif yang sangat baik dan terampil dalam menemukan solusi," kata Lawless.