Benarkah Konsumsi Cokelat Bermanfaat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Selasa, 07 Juli 2026 | 05:43:01 WIB
Ilustrasi Cokelat Hitam.

JAKARTA - Pada Selasa (7/7), seluruh masyarakat di berbagai belahan dunia merayakan hari cokelat. Kudapan ini sudah lama dinilai sebagai hidangan universal yang sangat digemari oleh banyak orang dari berbagai kalangan.

Selain menyuguhkan cita rasa yang lezat, cokelat juga diketahui menyimpan beragam dampak positif bagi tubuh. Salah satu anggapan yang paling populer di masyarakat adalah khasiatnya yang diklaim sangat baik dalam menjaga kesehatan organ jantung.

Namun, anggapan tersebut rupanya tidak sepenuhnya tepat karena khasiat baik itu hanya bisa ditemukan pada jenis cokelat tertentu. Efek positif yang dirasakan pun tidak akan sama antara satu varian cokelat dengan varian lainnya.

Secara umum, kudapan manis ini dikelompokkan ke dalam 3 varian utama, yaitu cokelat susu, cokelat hitam, serta cokelat putih. Tingkat kepekatan dari warna cokelat tersebut ditentukan langsung dari seberapa besar takaran padatan kakao di dalamnya.

Varian cokelat susu menjadi jenis yang paling mudah dijumpai di pasaran dengan kandungan cairan kakao yang hanya berkisar 10 persen saja. Sementara itu, cokelat putih memiliki kualitas di bawahnya karena hanya memakai mentega kakao yang diaduk bersama gula.

Di sisi lain, jenis cokelat hitam biasanya mempunyai kandungan kakao yang jauh lebih pekat, yakni berkisar antara 70 hingga 85 persen. Varian inilah yang dipercaya luas mampu memberikan dampak baik bagi kesehatan organ jantung manusia.

Berdasarkan data American Heart Association (AHA), tingginya kadar padatan kakao pada cokelat hitam menjadi indikator utama dari melimpahnya senyawa flavonoid. Zat flavonoid ini adalah antioksidan yang berfungsi menekan risiko munculnya penyakit jantung koroner.

Bahkan, sejumlah pengujian membuktikan bahwa kebiasaan mengonsumsi cokelat hitam berkaitan erat dengan penurunan risiko tekanan darah tinggi dan resistensi insulin.

Walau demikian, hal ini tidak berarti Anda harus mengonsumsinya setiap saat demi menjaga kebugaran organ jantung secara konstan. Sebab meskipun kadar flavonoid dalam cokelat hitam tergolong tinggi, dampak nyata yang diberikan bagi tubuh dinilai masih sangat kecil.

"Meskipun cokelat hitam memiliki lebih banyak flavonoid daripada jenis cokelat lainnya, data menunjukkan bahwa kemampuannya untuk memberikan efek kesehatan masih minim," ujar ahli nutrisi Tufts University, Alice H Lichtenstein.

Sebuah riset pada tahun 2017 menunjukkan bahwa perpaduan konsumsi kacang almond, cokelat hitam, dan kakao terbukti ampuh dalam menurunkan kadar kolesterol jahat. Namun, ketika unsur kacang almond dihilangkan, konsumsi cokelat hitam saja rupanya tidak memberikan perubahan signifikan bagi jantung.

Para ahli menduga hal itu terjadi karena takaran dosis flavonoid yang dikonsumsi berbeda jauh dengan dosis yang pernah diterapkan pada riset terdahulu.

"Tapi, jumlah flavanoid itu kemungkinan besar tidak dapat dicapai dengan konsumsi harian dark chocolate," ujar Lichtenstein.

Kesimpulannya, cokelat memang memiliki khasiat bagi jantung, tetapi kegunaannya akan kembali bergantung pada seberapa besar takaran flavonoid di dalamnya. Menjadikan kudapan ini sebagai camilan sehari-hari tetap diperbolehkan, asalkan Anda memilih opsi cokelat hitam yang lebih rendah kandungan gulanya.

Terkini