Guna Perkuat Modal dan Manufaktur NTBK Targetkan Dana Rp500 Miliar

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:44:31 WIB
Logging pole trailer produksi PT Nusatama Berkah Tbk.

JAKARTA — Produsen kendaraan untuk sektor hulu dan hilir minyak serta gas bumi, PT Nusatama Berkah Tbk. (NTBK), tengah bersiap menggelar aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan target perolehan dana menyentuh Rp500 miliar.

Rencana perputaran dana segar ini nantinya dialokasikan untuk mempertebal struktur modal anak usaha, memacu perluasan pabrik perakitan, mendongkrak ekosistem bisnis kendaraan listrik (EV), hingga mengeksekusi akuisisi pada entitas jasa pertambangan.

Manajemen emiten memaparkan bahwa porsi pendanaan terbesar sekitar 40 persen atau setara Rp200 miliar akan dikucurkan langsung sebagai tambahan modal bagi anak perusahaan mereka, PT Pilar Pratama Dinamika, yang bergerak di bidang distribusi alat berat serta komponen suku cadang.

"Tambahan modal tersebut ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung pengembangan usaha dan peningkatan kapasitas operasional," jelas manajamen NTBK dalam keterangannya, dikutip Rabu (8/7/2026).

Di samping itu, emiten berkode saham NTBK ini mengalokasikan sekitar 6 persen dana atau berkisar Rp30 miliar demi mematangkan fasilitas assembling plant guna mendongkrak kapasitas volume produksi serta kapabilitas manufaktur perusahaan.

Langkah penanaman modal tersebut diproyeksikan mampu memicu efisiensi kerja operasional, memperkokoh lini rantai pasok, sekaligus menjawab tingginya permintaan pasar terhadap produk-produk andalan perseroan.

NTBK juga telah mencadangkan dana segar senilai Rp140 miliar atau berkisar 28 persen untuk mendanai agenda ekspansi manufaktur tahap II pada fasilitas perakitan mereka.

Rangkaian program pengetatan operasional ini mencakup pengadaan lahan baru, pendirian kompleks pabrik baru demi memacu produktivitas lini perakitan, pembelian mesin mutakhir, hingga pengembangan infrastruktur penunjang lainnya.

Pihak manajemen menilai keputusan ini menjadi langkah taktis yang sanggup mengerek performa output kerja sekaligus menegaskan posisi tawar perusahaan di kancah industri manufaktur terkait.

Selanjutnya, alokasi sebesar 16 persen atau setara Rp80 miliar dari hasil penggalangan dana rights issue bakal dikerahkan untuk mempercepat penetrasi bisnis kendaraan listrik, baik untuk kebutuhan modal kerja, operasional, hingga eskalasi bisnis.

Sementara itu, sisa dana sebesar 10 persen atau sekitar Rp50 miliar bakal dioptimalkan untuk memuluskan rencana akuisisi korporasi yang bergerak pada sektor jasa pertambangan.

Langkah ekspansif ini sengaja ditempuh manajemen guna memperlebar diversifikasi portofolio bisnis grup sekaligus menangkap cerahnya peluang pertumbuhan pada industri pertambangan nasional.

Di lantai bursa, anak usaha NTBK dikabarkan telah mengikat kemitraan strategis dengan Magma Capital Resources Private Ltd. lewat perantara PT MCR Bangun Persada untuk menggarap lini bisnis perdagangan komoditas mineral dan batu bara.

Kerja sama ini juga melibatkan operasional armada truk listrik milik NTBK sebagai moda pengangkutan logistik dari wilayah konsesi tambang menuju area pelabuhan.

Kolaborasi bisnis ini digadang-gadang berpotensi membuka keran penjualan dan perluasan pasar batu bara dengan volume mencapai 500.000 metrik ton per bulan.

Jika seluruh rencana kerja ini terealisasi sesuai jadwal, perpaduan dana segar hasil rights issue sebesar Rp500 miliar serta arus kas dari bisnis perdagangan mineral ini akan menjadi modal kuat bagi pertumbuhan grup ke depan.

Analis pasar modal Abdurrahman Assegaf menilai bauran strategi ini memperlihatkan bahwa NTBK tidak hanya bertumpu pada pendanaan dari pasar modal, melainkan jeli menangkap peluang kolaborasi dengan mitra strategis yang memiliki jejaring bisnis kuat.

"Kehadiran mitra strategis berpotensi memberikan nilai tambah, tidak hanya dari sisi pendanaan, tetapi juga melalui percepatan ekspansi usaha, pengembangan proyek, hingga peningkatan kapasitas operasional anak perusahaan," katanya.

Terkini