Usai Melantai di Bursa dan BACH Bidik Pendapatan Rp3 Triliun di 2030

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:02:02 WIB
Ilustrasi Saham.

JAKARTA — PT Bach Multi Global Tbk. (BACH) mengincar perolehan pendapatan hingga menyentuh Rp3 triliun pada tahun 2030 mendatang setelah resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat skema penawaran umum perdana saham (IPO).

Pihak manajemen BACH memproksikan nilai pendapatan perseroan bakal merangkak naik dari posisi kisaran Rp1,73 triliun pada tahun 2025 menjadi di atas Rp3 triliun pada tahun 2030, dengan rata-rata laju pertumbuhan sekitar 12 persen per tahun.

"Perseroan menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan. Berdasarkan proyeksi, pendapatan diperkirakan meningkat dari sekitar Rp1,73 triliun pada 2025 menjadi lebih dari Rp3 triliun pada 2030," tulis manajemen BACH dalam keterangan resmi, Rabu (8/7/2026).

Mengekor lompatan pendapatan tersebut, perolehan laba bersih perusahaan juga diestimasikan ikut menguat hingga menyentuh kisaran Rp401 miliar pada tahun 2030, atau mengalami kenaikan sebesar 158 persen dari capaian pada tahun buku 2025.

Pancangan target berkilau ini ditopang oleh rencana ekspansi pada lini bisnis power solution, pengerjaan proyek infrastruktur jaringan telekomunikasi yang kian masif, penghematan operasional, serta penurunan beban biaya bunga setelah merampungkan agenda IPO.

Guna menyokong rangkaian target berkala itu, BACH bersiap melepas sebanyak 615 juta lembar saham baru atau setara dengan porsi 15,06 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh pascaaksi korporasi ini selesai.

Perseroan memasang rentang harga penawaran awal pada kisaran Rp400 hingga Rp500 per lembar saham, sehingga berpeluang mengamankan pasokan modal segar hingga Rp307,5 miliar.

Seluruh dana hasil IPO ini dipastikan mengalir penuh untuk mendukung ekspansi usaha, di mana sekitar 70 persen dialokasikan sebagai tambahan modal kerja terutama dalam pengadaan genset baru demi menyokong bisnis sewa maupun penjualan.

Sementara itu, porsi sisa sebanyak 30 persen bakal dimanfaatkan manajemen demi melunasi sebagian utang pinjaman di bank guna memantapkan postur permodalan internal korporasi.

Menatap jangka panjang, emiten bakal memfokuskan ekspansi pada penambahan kapasitas sewa pembangkit listrik hingga 50 megawatt (MW) per tahun, perluasan bisnis energi baru, serta penguatan pendapatan berulang (recurring income).

Menjelang pelaksanaan IPO, BACH sukses menorehkan lompatan performa yang impresif sepanjang tahun 2025 dengan membukukan pertumbuhan pendapatan tahunan mendekati 40 persen menjadi berkisar Rp1,73 triliun.

Pada momen yang sama, raihan laba bersih emiten melesat tajam sebesar 97,5 persen menjadi kisaran Rp155 miliar dari capaian tahun sebelumnya, yang turut mengatrol margin laba bersih ke level 9 persen dari posisi awal 6,3 persen.

Akselerasi performa ini utamanya didorong oleh penjualan unit genset yang meroket di atas 93 persen secara tahunan, ditambah lagi performa bisnis penyewaan genset yang mampu bertumbuh fantastis melebihi 1.200 persen.

Di sisi lain, sektor jasa konstruksi serta perawatan infrastruktur telekomunikasi tetap kokoh menjadi andalan utama penyumbang pundi-pundi kas perusahaan lewat perolehan kontrak kerja jangka panjang.

Hingga saat ini, BACH tercatat telah mengepakkan sayap bisnisnya selama lebih dari 20 tahun dengan mengelola di atas 40.000 site, mendistribusikan lebih dari 20.000 unit genset, serta melayani kebutuhan 200 lebih klien korporasi besar.

Terkini