Standar Harga Telur Ayam Rp24 Ribu Jadi Angin Segar bagi Peternak

Kamis, 09 Juli 2026 | 02:29:01 WIB
Ilustrasi Peternakan Telur Ayam.

JAKARTA - Seorang peternak ayam asal Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sartono tengah menanti realisasi kebijakan standar harga telur ayam senilai Rp24.000 per kg di tingkat peternak.

Sartono mengutarakan bahwa kemerosotan harga jual komoditas telur ayam di tingkat peternak membawa dampak yang sangat masif bagi kelangsungan usaha.

Nilai jual telur ayam yang sebelumnya terperosok di angka Rp18.000 per kg kini dilaporkan perlahan merangkak naik menuju angka Rp19.000 per kg.

Ia mengelola sebuah kandang ayam petelur di area Kecamatan Jumantono dengan daya tampung mencapai 10.000 ekor ayam.

Jika kondisi kesehatan unggas sedang optimal, performa produksinya mampu menyentuh kisaran angka 95 persen di setiap bulannya.

Seluruh hasil panen telur ayam dari peternakannya didistribusikan ke sejumlah mitra pemasok di kawasan Solo Raya dan luar daerah, di samping dijual eceran ke warung terdekat.

"Kondisi saat ini antara pakan dan produksi tidak imbang karena harga pakan semakin melambung tapi harga telur semakin turun," katanya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (9/7/2026).

Pernyataan dari Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengenai rencana patokan harga telur ayam Rp24.000 per kg di tingkat produsen dinilai memberi harapan baru.

Sebab, harga jual telur ayam yang bertengger di bawah nominal Rp24.000 jelas memberatkan peternak akibat ketimpangan antara pengeluaran pakan dan total biaya operasional.

"Itu (standar harga Rp24.000 per kg) yang kami tunggu," terangnya.

Kemerosotan harga pasar untuk komoditas telur ayam ini benar-benar memukul kondisi finansial para pelaku usaha ternak di daerah.

Sartono mengungkapkan situasi sulit ini memaksa para pemilik ternak mencari cara alternatif agar roda usaha tetap berputar di tengah lonjakan harga pakan.

"Dampak luar biasa, peternak banyak yang jual aset. Ada yang diafkir lebih awal," ucap Sartono.

Terkini