Tips Mengisi Waktu Liburan Anak dengan Aktivitas Tanpa Gawai

Kamis, 09 Juli 2026 | 06:04:31 WIB
Ilustrasi Liburan Anak.

JAKARTA - Masa libur sekolah akan segera berakhir dalam waktu dekat. Sambil menanti dimulainya kegiatan belajar, tidak ada salahnya mengisi sisa waktu liburan dengan mengajak anak bermain tanpa ketergantungan pada gawai.

Langkah ini sekaligus dapat membantu anak dalam membangun kembali rutinitas mereka sebelum harus kembali ke sekolah.

Mengutip Yahoo Creators, kreator sekaligus ibu dua anak, Natalie DiScala, membagikan sejumlah aktivitas sederhana. Menurut pengalamannya, cara ini mampu membuat anak tetap sibuk, kreatif, serta menikmati waktu berkualitas tanpa paparan layar.

Pertama, membaca buku bersama. Aktivitas ini masih menjadi cara paling efektif untuk mengisi liburan. Selain mengurangi durasi pemakaian layar, membaca memberi ruang bagi anak untuk melatih imajinasi dan konsentrasi.

"Bahkan di tengah musim panas modern yang sibuk, menyediakan waktu khusus untuk membaca memberi anak semacam 'ruang tenang' secara mental yang tidak benar-benar bisa diberikan oleh layar," tulis Natalie.

Kedua, membangun benteng atau kota imajinasi. Permainan ini bisa menjadi pilihan klasik bagi anak yang menyukai aktivitas di dalam rumah.

Orang tua dapat memanfaatkan bantal, selimut, kardus bekas, atau balok mainan yang sudah tersedia. Menurut Natalie, aktivitas ini membuat anak belajar memecahkan masalah sekaligus bekerja sama dengan saudaranya.

"Bangunan dapat dibongkar lalu dibangun kembali menjadi bentuk baru hanya dalam hitungan menit. Hal itu membuat anak-anak tetap tertarik tanpa mudah frustrasi," ujarnya.

Ketiga, bermain balok konstruksi. Permainan ini memberikan kebebasan bagi anak untuk menciptakan apa pun sesuai imajinasinya.

Natalie menilai permainan ini mampu mengikuti perkembangan usia anak. Anak yang lebih kecil belajar mengenali bentuk, sementara anak yang lebih besar bereksperimen membuat bangunan kompleks.

"Mainan ini benar-benar tumbuh bersama anak tanpa kehilangan daya tariknya," tulis Natalie.

Keempat, mendengarkan cerita melalui audio. Aktivitas ini tetap menghibur anak tanpa memberikan stimulasi visual berlebih seperti layar ponsel atau tablet.

Mendengarkan cerita mendorong anak untuk membangun imajinasinya sendiri.

"Karena tidak ada layar, perhatian mereka lebih terarah pada imajinasi dan kemampuan menyimak," katanya.

Kelima, mengadakan pesta dansa di rumah. Mengajak anak menari bersama bisa menjadi cara sederhana untuk mengembalikan semangat mereka.

Natalie mengatakan pesta dansa dadakan hampir selalu berhasil mengubah suasana ketika anak mulai bosan atau rewel.

Senada dengan itu, Teen & Parents Wellness Centre menyebut aktivitas fisik, termasuk bergerak mengikuti irama musik, dapat menjadi jeda yang sehat dari paparan layar.

Aktivitas semacam ini membantu anak melepaskan energi, mengurangi stres, sekaligus memperbaiki suasana hati tanpa harus bergantung pada hiburan digital.

Terkini