Kolaborasi Baznas dan Limar Hadirkan Program Rumah Terang di Desa

Jumat, 10 Juli 2026 | 20:49:31 WIB
BAZNAS RI Hadirkan Program Rumah Terang di Indramayu.

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menjalin kolaborasi dengan pihak Limar (Listrik Mandiri Rakyat) demi menghadirkan fasilitas penerangan untuk masyarakat prasejahtera lewat Program Rumah Terang Baznas.

Kerja sama ini memanfaatkan teknologi inovatif dari Limar yang digagas oleh sosok asal Bandung bernama Ujang Koswara guna menyalurkan akses lampu yang mumpuni bagi warga dengan keterbatasan pasokan listrik.

“Salah satu program unggulan Baznas adalah Rumah Terang. Kami begitu bekerja sama dengan anak bangsa. Kami langsung mempraktikannya dan kami langsung mengamalkannya di daerah Indramayu,” ujar Ketua Baznas RI Sodik Mujahid di Indramayu, Jumat.

Agenda Rumah Terang Baznas ini tercatat sebagai bagian dari 13 program utama Baznas dalam memaksimalkan penyerapan dana zakat, infak, maupun sedekah untuk membantu kehidupan warga kurang mampu.

Sodik menjelaskan bahwa program Rumah Terang Baznas ini ditujukan untuk mempermudah kegiatan rutin warga penerima bantuan, mulai dari mendukung proses belajar anak di malam hari hingga mendorong usaha ekonomi keluarga.

“Harapannya masyarakat semakin cerdas, semakin rajin belajar terutama putra-putrinya, semakin menambah semangat untuk hidupnya, semakin menambah ibadahnya, semakin menambah kerjanya, sehingga secara umum semakin sejahtera,” kata Sodik.

Penggagas Limar Ujang Koswara menyambut positif sinergi ini dan berharap temuan sistem penerangan miliknya dapat menyentuh lebih banyak keluarga miskin di berbagai pelosok wilayah.

Berdasarkan penjelasan Ujang, Program Limar dirancang untuk menanggulangi masalah "tuna cahaya", yaitu situasi warga yang belum mendapat keadilan akses lampu karena belum tersambung aliran listrik, khususnya di pedalaman.

“Jadi semangatnya untuk memerangi kegelapan, utamanya bagi masyarakat miskin yang belum memiliki akses terhadap listrik,” ujar Ujang.

Dia memaparkan kalau setiap unit keluarga memperoleh satu paket fasilitas pencahayaan yang mencakup panel surya, lima buah lampu, accu, beserta kelengkapan kabelnya.

Lampu khusus pada program ini cuma memerlukan daya sebesar 1 watt saja, namun mampu memancarkan binar terang yang diklaim setara lampu ukuran 10 watt dengan ketahanan pakai di atas 10 tahun.

“Kalau ada pihak yang ingin membantu kaum dhuafa, maka saya ingin menyempurnakannya dengan menerangi rumah itu,” kata Ujang.

Dia menambahkan kalau lampu LED tersebut dirintis sejak tahun 2008 serta telah diaplikasikan ke bermacam-macam lokasi di tanah air.

Di samping mempermudah penyediaan listrik, pengerjaan alat penerang ini turut mengikutsertakan para santri di pesantren, kalangan pemuda, hingga mantan warga binaan yang sudah dilatih keterampilan khusus.

“Sejak 2008, lampu ini sudah terpasang di 300 ribu rumah. Kami hadir untuk memperkuat program pemerintah membebaskan masyarakat dari kegelapan,” ujar Ujang.

Terkini