Istilah Wajah Kortisol Jadi Viral di Media Sosial TikTok 2026

Jumat, 10 Juli 2026 | 23:24:02 WIB
Ilustrasi Wajah Kortisol.

JAKARTA - Jika Anda sering berselancar di media sosial khususnya TikTok, Anda mungkin pernah menjumpai istilah wajah kortisol atau cortisol face.

Sebutan yang tengah populer ini ditujukan bagi kondisi wajah yang tampak membengkak atau tembam, yang diklaim terpicu langsung oleh melonjaknya hormon stres dalam tubuh.

Cukup banyak kreator konten membagikan video metamorfosis wujud muka mereka yang berganti kian tirus usai diklaim sukses mengendalikan tekanan pikiran harian.

Mereka mengampanyekan aneka perubahan pola hidup, mulai dari mengonsumsi suplemen khusus sampai agenda perawatan mandiri, demi memangkas hormon kortisol.

"Meskipun 'wajah kortisol' bukanlah istilah medis, istilah ini telah mendapatkan popularitas di media sosial untuk menggambarkan pembengkakan wajah yang dianggap disebabkan oleh tingginya kadar kortisol," jelas ahli endokrinologi di Holman Division of Endocrinology, Diabetes & Metabolism di NYU Langone Health, Priya Jaisinghani, M.D, melansir Today, Kamis (9/7/2026).

Akan tetapi, apakah lonjakan zat hormon karena tekanan psikis harian benar-benar memiliki kemampuan mengubah struktur luar wajah seseorang?

Dokter spesialis kulit di Weill Cornell Medicine, Shari Lipner, M.D., mengonfirmasi bahwa kontur muka individu, termasuk aspek kebulatan maupun kepenuhannya, ditentukan oleh banyak faktor.

Komponen berupa warisan genetik, susunan tulang, berat badan, hingga kuantitas dan letak bantalan lemak di wajah merupakan elemen penentu yang paling utama.

"Saya rasa kami tidak seharusnya menyalahkan kortisol," ujar dr. Lipner.

Kortisol sendiri adalah salah satu golongan hormon steroid krusial yang diproduksi oleh kelenjar adrenal yang posisinya berada di bagian atas ginjal.

Senyawa ini mengemban fungsi vital guna mengontrol sistem metabolisme tubuh, tekanan sirkulasi darah, hingga kadar gula dalam darah.

Tatkala seseorang dihadapkan pada tekanan fisik maupun psikologis, tubuh manusia memang melepaskan hormon ini agar kondisi kesadaran tetap terjaga optimal.

Meski demikian, fluktuasi kadar hormon tersebut berjalan secara alami di setiap harinya sesuai dengan ritme biologis.

Tekanan harian memang dapat mengatrol volume hormon tersebut, namun tubuh memiliki mekanisme cerdas guna mengembalikan kadarnya menuju batas normal.

Tingkat kenaikan yang bersifat temporer ini tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap bentuk fisik dari susunan muka Anda.

"Jika kami stres, kadar kortisol bisa naik, tetapi tidak naik ke tingkat seperti jika kamu memiliki tumor di kelenjar adrenal atau Cushing, misalnya," papar dr. Lipner.

Dalam ruang lingkup medis, penumpukan timbunan lemak secara berlebih pada area pipi akibat pengaruh hormon umumnya diidentifikasi sebagai sindrom wajah bulan.

Namun, dr. Jaisinghani menekankan kalau kondisi klinis tersebut murni hanya terjadi saat tubuh terpapar kadar kortisol yang sangat tinggi dalam jangka panjang.

Kasus ekstrem ini biasanya dipicu oleh keberadaan tumor atau efek samping obat tertentu, yang dibarengi obesitas perut, hipertensi, hingga kelemahan otot.

Lantas, apa yang menjadi pemicu utama muka terkadang tampak sedikit membengkak ketika baru beranjak tidur di pagi hari?

Dokter Jaisinghani menjabarkan bahwa tampilan pipi yang agak tembam sering kali disebabkan oleh retensi cairan tubuh alami saat Anda terlelap semalaman.

Di samping itu, gejala bengkak ringan tersebut sering kali menjadi efek dari pelarian gaya hidup yang buruk ketika seseorang didera stres harian.

Misalnya seperti kurang waktu beristirahat, hingga terlalu banyak mengonsumsi rupa-rupa menu kuliner yang tinggi akan kandungan garam dan gula.

Oleh karena itu, gejala pembengkakan ini murni bersumber dari habit harian, dan biasanya akan mengempis dengan sendirinya sejalan dengan pembenahan pola makan.

Walau ikhtiar meredam stres tidak otomatis mengubah rahang Anda menjadi tirus, langkah ini tetap direkomendasikan demi menjaga kesehatan kulit dari penuaan dini.

Apabila Anda mengalami gejala muka membengkak secara mendadak disertai sesak pada pernapasan atau bibir melepuh, segeralah mencari penanganan medis darurat.

Kondisi kritis tersebut bisa jadi merupakan indikasi awal dari munculnya reaksi alergi akut yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa.

Para pakar juga mengimbau masyarakat luas agar tidak mudah memercayai aneka narasi klaim kesehatan yang berseliweran di jagat media sosial.

Sering kali, visualisasi transformasi wajah yang tampak dramatis di internet hanyalah rekayasa dari tata pencahayaan, sudut kamera, atau penggunaan filter digital.

Lebih jauh lagi, memiliki wujud muka yang penuh dan bulat alami bukanlah suatu problem kesehatan, melainkan sebuah karakteristik unik yang membuat tampilan tampak awet muda.

Terkini