Prabowo Resmikan Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:12:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto.

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka peletakan batu pertama atau groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela secara daring dari Istana Merdeka. Agenda ini menandai dimulainya pengerjaan salah satu proyek energi berskala raksasa di Indonesia.

"Dengan mengucap bismilahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, hari Kamis, 16 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, saya nyatakan Groundbreaking Proyek Strategis Nasional Liquefied Natural Gas Abadi Masela secara resmi dinyatakan dimulai," ucap Presiden Prabowo pada bagian penutup pidatonya, Kamis (16/7/2026).

Ketika menghadiri prosesi upacara peresmian lewat sambungan video, Kepala Negara didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung.

Sementara itu, jajaran pejabat yang hadir langsung di lokasi pengerjaan proyek di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, di antaranya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, dan Menteri ATR Nusron Wahid.

Hadir pula Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, CEO INPEX Takayuki Ueda, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, serta Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.

Prosesi peresmian tersebut diawali dengan bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ketua MUI Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Acara kemudian diteruskan dengan pemaparan laporan kemajuan proyek oleh CEO INPEX Takayuki Ueda selaku pengelola utama Blok Masela, yang dilanjutkan dengan penyampaian laporan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Saat menyampaikan pidato sebelum peresmian, Presiden sempat menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh undangan karena belum bisa hadir secara langsung di lokasi.

"Saya minta maaf, tadinya saya ingin hadir langsung, tapi karena ada berbagai acara yang tidak bisa saya tinggalkan di pusat, terpaksa saya hadir melalui video conference ini, tanpa mengurangi rasa hormat saya," ujar Presiden Prabowo.

Langkah groundbreaking ini merupakan awal dari realisasi salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia, sekaligus menjadi pilar penting bagi penguatan ketahanan energi serta pemerataan pembangunan di wilayah timur.

Pembangunan proyek LNG Abadi Masela ini dikerjakan oleh INPEX Masela Ltd. yang berkolaborasi dengan Pertamina dan Petronas, dengan total nilai investasi mencapai 20,9 miliar dolar AS.

Infrastruktur energi ini diproyeksikan memiliki kapasitas produksi LNG sebesar 9,5 juta ton per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebanyak 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), dan menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari.

Pihak pemerintah menjelaskan bahwa proyek yang telah melewati masa penantian hampir tiga dekade sejak kesepakatan kontrak tahun 1998 ini akhirnya resmi memasuki fase konstruksi fisik.

Sampai dengan awal Juli 2026, kemajuan pengerjaan Front End Engineering Design (FEED) tercatat telah menyentuh angka 79,56 persen, sedangkan pengurusan izin strategis terus digenjot agar bisa mencapai Final Investment Decision (FID) pada akhir 2026.

Pemerintah memproyeksikan kilang LNG Abadi Masela ini akan menjelma menjadi salah satu pusat industri energi paling besar di kawasan Indonesia timur.

Keberadaan proyek strategis tersebut diharapkan mampu merangsang pertumbuhan industri pendukung, menciptakan peluang usaha baru bagi pelaku UMKM, serta menyerap banyak tenaga kerja lokal dari Maluku dan Kepulauan Tanimbar.

Selain memperkuat sektor kemandirian energi, LNG Abadi Masela juga menjadi proyek LNG pertama di tanah air yang menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak masa awal pengembangan guna mendukung program transisi energi.

Terkini