Proyeksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham Kamis 17 September 2026

Kamis, 17 September 2026 | 20:15:31 WIB
Ilustrasi IHSG.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat ke rentang 6.541 hingga 6.581 selama mampu bertahan di atas level 6.370 pada perdagangan Kamis (17/9/2026). Sejumlah saham seperti AMMN, CPIN, MBMA, dan PGEO masuk dalam radar rekomendasi analis.

Tim Analis MNC Sekuritas mencatat IHSG terkoreksi 0,38 persen ke level 6.436 pada perdagangan Rabu (16/9/2026) dan masih didominasi tekanan jual. Pergerakan indeks juga belum mampu menembus MA20.

Dalam skenario terburuk, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berada pada bagian wave iv dari wave (c) pada label hitam sehingga indeks masih rawan menguji kembali area 6.290 hingga 6.370.

“Namun, selama IHSG masih mampu berada di atas 6.370 maka masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6.541-6.581,” kata Tim Riset MNC Sekuritas, Kamis (17/9/2026).

Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas memperkirakan level support IHSG berada di 6.279 dan 6.201, sedangkan resistance berada di 6.585 dan 6.633.

Adapun saham pilihan MNC Sekuritas meliputi AMMN (Trading Buy dengan target harga 5.325 dan 5.500), CPIN (Buy on Weakness dengan target 3.230 dan 3.310), MBMA (Buy on Weakness dengan target 550 dan 595), serta PGEO (Buy on Weakness dengan target 1.075 dan 1.090).

Sementara itu, Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Reza Diofanda mengatakan IHSG berisiko melanjutkan pelemahan seiring tekanan dari harga minyak yang berada di atas US$100 per barel dan sentimen terkait proyeksi suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Menurut Reza, tekanan terhadap IHSG terjadi seiring kenaikan harga minyak dan pelemahan rupiah. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat mencapai US$102,65 per barel, sedangkan Brent berada di level US$106,93 per barel. Pada saat yang sama, rupiah kembali melemah ke sekitar Rp17.694 per dolar AS.

“Kenaikan UST 10Y ke sekitar 5% turut meningkatkan tekanan terhadap aset emerging market,” kata Reza dalam risetnya, Selasa (16/9/2026).

Dari pasar global, perhatian investor selanjutnya tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15-16 September waktu Amerika Serikat atau 16-17 September waktu Indonesia. Reza mencatat probabilitas perubahan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin telah mencapai 92,4 persen.

Setelah keputusan tersebut, perhatian pasar diperkirakan bergeser pada panduan kebijakan bank sentral AS, khususnya potensi suku bunga bertahan lebih tinggi dalam waktu lebih lama (higher-for-longer).

Di dalam negeri, perhatian investor juga tertuju pada kebijakan awal Menteri Keuangan Suahasil Nazara, terutama langkah pemerintah dalam menjaga kredibilitas fiskal dan stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena harga minyak masih berada di atas US$100 per barel, sementara imbal hasil US Treasury (UST) tenor 10 tahun berada di sekitar 5 persen.

Secara teknikal, Reza mengatakan IHSG telah menembus ke bawah (breakdown) moving average (MA) 20 di level 6.548 dan keluar dari pola rising wedge. Indikator MACD juga telah membentuk bearish crossover yang menunjukkan momentum pelemahan masih berlangsung.

Dengan kondisi tersebut, IHSG berpotensi melanjutkan pengujian level support 6.390. Jika level tersebut ditembus, support berikutnya berada di 6.220. Sementara itu, peluang rebound IHSG perlu terlebih dahulu melewati level 6.585. Jika berhasil, indeks berpeluang kembali menguji level 6.705.

Pada pembukaan perdagangan pukul 09.01 WIB, IHSG dibuka menguat 0,58 persen atau 37,65 poin menuju level 6.474,50 dengan rentang pergerakan di 6.450 hingga 6.475.

Pada penutupan sesi I pukul 12.14 WIB, IHSG bertahan menguat 0,42 persen atau 26,75 poin ke level 6.463,10 dalam rentang pergerakan 6.418 hingga 6.500.

Tags

Terkini