JAKARTA - Selama bulan Ramadan, tradisi budaya yang hidup di setiap negara Muslim menawarkan keunikan tersendiri. Salah satunya adalah tradisi Qaranqasho yang menjadi momen spesial bagi anak-anak di Oman.
Perayaan ini menjadi simbol semangat dan kegembiraan, sekaligus penghargaan bagi anak-anak yang telah berhasil menunaikan puasa selama setengah bulan pertama Ramadan.
Qaranqasho, Perayaan Anak-Anak yang Sarat Makna
Setiap tahunnya, malam sebelum hari ke-15 Ramadan, Oman dipenuhi dengan keceriaan anak-anak yang merayakan tradisi Qaranqasho. Ini adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh mereka yang telah berhasil menjalankan puasa selama dua minggu pertama bulan suci ini.
Qaranqasho bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap usaha keras anak-anak dalam menjalani ibadah puasa yang masih jarang mereka lakukan dengan sepenuh hati.
Pada malam Qaranqasho, anak-anak mengenakan pakaian tradisional berwarna cerah, dengan semangat yang tak terbendung, mereka berkeliling dari rumah ke rumah. Sambil menyanyikan lagu-lagu khas, mereka mengumpulkan hadiah dari para tetangga, yang biasanya berupa kue, kacang-kacangan, uang, atau halwa khas Oman.
Ini adalah waktu yang penuh kebahagiaan, di mana keceriaan anak-anak seolah menjadi simbol semangat Ramadan yang mengalir melalui setiap lorong dan gang.
Menghubungkan Tradisi dengan Nilai-Nilai Keagamaan
Meskipun Qaranqasho bukanlah bagian dari kewajiban agama, tradisi ini mengandung makna yang dalam dalam konteks sosial dan spiritual.
Menurut sejarah setempat, tradisi ini dimulai sebagai bentuk penghargaan bagi anak-anak yang telah berhasil menunjukkan kedisiplinan dalam menjalankan ibadah puasa selama dua minggu pertama Ramadan.
Tujuan dari Qaranqasho adalah untuk memberikan semangat tambahan kepada anak-anak agar mereka terus melanjutkan puasa hingga akhir Ramadan. Hal ini juga menjadi cara untuk menanamkan rasa cinta dan hormat terhadap bulan suci yang penuh berkah ini.
Anak-anak yang mengikuti Qaranqasho menjadi lebih memahami pentingnya berpuasa dan mengerti bahwa menjalankan ibadah ini adalah bagian dari upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Selain itu, mereka juga belajar tentang pentingnya rasa syukur atas nikmat yang diberikan, baik melalui makanan, hadiah, maupun kasih sayang dari orang-orang di sekitar mereka.
Menguatkan Ikatan Sosial dan Semangat Kebersamaan
Salah satu elemen yang paling menonjol dari tradisi Qaranqasho adalah semangat kebersamaan dan nilai-nilai komunitas yang tercermin dalam cara orang Oman merayakan malam ini.
Ketika anak-anak berkeliling untuk mengumpulkan hadiah, mereka tidak hanya mendapatkan kue atau uang, tetapi mereka juga merasakan kehangatan dari hubungan sosial yang erat.
Keluarga dan tetangga menyambut anak-anak dengan ramah, memberikan mereka hadiah, dan menyajikan makanan ringan khas yang memperkaya suasana kebersamaan.
Selain mempererat hubungan antarwarga, Qaranqasho juga memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk berinteraksi dengan orang dewasa dan belajar dari mereka. Tradisi ini mencerminkan pentingnya nilai saling berbagi dalam masyarakat, yang sangat dihargai dalam budaya Oman.
Di bulan Ramadan, perayaan seperti Qaranqasho menjadi pengingat bahwa meskipun berpuasa adalah kewajiban individu, keberhasilan dalam menjalankan ibadah ini juga bergantung pada dukungan dan kebersamaan dalam komunitas.
Qaranqasho Sebagai Cerminan Identitas Budaya Oman
Banyak tradisi serupa dengan Qaranqasho ditemukan di berbagai negara Teluk Persia, seperti Gargee'an yang dirayakan di negara-negara seperti Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi.
Namun, meskipun memiliki kesamaan dalam bentuk dasar yaitu perayaan anak-anak yang mengumpulkan hadiah Qaranqasho memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dari tradisi serupa di negara-negara tetangga.
Lagu-lagu yang dinyanyikan, makanan yang disajikan, serta cara anak-anak berpakaian dalam tradisi ini sangat dipengaruhi oleh budaya lokal Oman.
Perayaan ini menjadi salah satu bentuk ekspresi identitas budaya Oman yang kaya dan beragam. Meskipun terikat dengan ritual agama, Qaranqasho lebih dari sekadar ibadah; ia juga merupakan kesempatan bagi masyarakat Oman untuk merayakan nilai-nilai seperti kesederhanaan, keramahtamahan, dan rasa syukur, yang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.
Ramadan di Oman, dengan adanya tradisi Qaranqasho, adalah waktu untuk merayakan keberagaman sekaligus memperkuat ikatan antarwarga, memperkuat rasa kebersamaan yang tak terpisahkan.
Tradisi yang Merayakan Kegembiraan dan Kehangatan Ramadan
Ramadan di Oman bukan hanya sebuah bulan ibadah, tetapi juga merupakan waktu untuk mempererat hubungan sosial dan merayakan tradisi yang mengajarkan makna kebersamaan. Qaranqasho, meskipun bukan kewajiban agama, menunjukkan betapa pentingnya tradisi dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan.
Dengan menyaksikan anak-anak yang berkeliling dengan penuh kegembiraan, masyarakat Oman mengingatkan diri mereka akan esensi dari Ramadan itu sendiri: kegembiraan, kebersamaan, dan rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah.
Melalui tradisi Qaranqasho, anak-anak Oman belajar untuk menghargai puasa, memperkuat ikatan dengan keluarga dan tetangga, serta menghayati pentingnya menjaga dan meneruskan tradisi yang sudah ada sejak lama.
Ini adalah warisan budaya yang tak hanya menghubungkan masa lalu dengan masa kini, tetapi juga menghubungkan setiap individu dalam masyarakat Oman dengan jalinan rasa kasih sayang dan solidaritas.