Asuransi Kendaraan

Premi Asuransi Kendaraan Great Eastern Naik Didukung Mobil Listrik

Premi Asuransi Kendaraan Great Eastern Naik Didukung Mobil Listrik
Premi Asuransi Kendaraan Great Eastern Naik Didukung Mobil Listrik

JAKARTA - Industri asuransi kendaraan bermotor menunjukkan perkembangan positif pada awal tahun 2026. 

Peningkatan penjualan kendaraan nasional serta berkembangnya tren kendaraan listrik menjadi salah satu faktor pendorong yang memperkuat pertumbuhan premi di sektor ini. 

Kondisi tersebut juga tercermin pada kinerja PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) yang berhasil mencatat kenaikan premi pada lini asuransi kendaraan bermotor.

Pertumbuhan ini memperlihatkan bahwa industri asuransi kendaraan tetap memiliki potensi yang kuat di tengah dinamika pasar otomotif. 

Selain meningkatnya jumlah kendaraan yang beredar, kesadaran masyarakat untuk melindungi aset kendaraan melalui produk asuransi juga terus berkembang. Kombinasi kedua faktor tersebut menjadi pendorong bagi perusahaan asuransi untuk memperkuat portofolio bisnisnya.

Pertumbuhan Premi Asuransi Kendaraan

PT Great Eastern General Insurance Indonesia mencatat pertumbuhan premi asuransi kendaraan bermotor sebesar 4% secara tahunan atau year on year (YoY) hingga Februari 2026. Kenaikan ini terjadi seiring dengan meningkatnya aktivitas pasar otomotif nasional pada awal tahun.

Marketing Director GEGI, Linggawati Tok, menjelaskan bahwa peningkatan premi tersebut sebagian besar didorong oleh perkembangan segmen kendaraan listrik yang mulai mendapat perhatian besar dari masyarakat. 

Hal ini menunjukkan adanya perubahan tren dalam industri otomotif yang ikut memengaruhi pertumbuhan sektor asuransi kendaraan.

“Kenaikan premi asuransi kendaraan sebesar 4% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, dengan kontribusi signifikan berasal dari kendaraan listrik,” ujarnya.

Pertumbuhan premi tersebut menunjukkan bahwa segmen kendaraan listrik tidak hanya memengaruhi industri otomotif, tetapi juga memberikan dampak terhadap perkembangan industri asuransi kendaraan bermotor.

Lonjakan Penjualan Mobil Nasional

Peningkatan premi asuransi kendaraan juga tidak terlepas dari pertumbuhan penjualan mobil nasional yang cukup kuat pada awal tahun ini. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil nasional secara wholesales pada Februari 2026 mencapai 81.159 unit.

Jumlah tersebut meningkat sebesar 12,2% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 72.344 unit. Pertumbuhan ini mencerminkan bahwa permintaan kendaraan masih cukup tinggi di pasar domestik.

Linggawati menilai bahwa lonjakan penjualan kendaraan pada awal tahun juga dipengaruhi oleh faktor musiman yang sering terjadi setiap tahun. Salah satu faktor utama adalah pencairan tunjangan hari raya serta bonus karyawan yang biasanya diterima masyarakat pada periode tersebut.

“Besar kemungkinan THR dan bonus yang berdekatan menjadi penyebab kenaikan penjualan saat ini,” jelasnya.

Dengan meningkatnya penjualan kendaraan, kebutuhan akan perlindungan asuransi juga turut bertambah. Hal inilah yang pada akhirnya ikut mendorong pertumbuhan premi pada lini asuransi kendaraan bermotor.

Prospek Pertumbuhan Premi Ke Depan

Meski mencatatkan kenaikan yang cukup baik pada Februari, Linggawati memperkirakan pertumbuhan premi asuransi kendaraan akan tetap berlanjut dalam beberapa bulan mendatang. Namun, tingkat pertumbuhan tersebut kemungkinan tidak setinggi yang terjadi pada Februari.

Sejumlah faktor dinilai dapat mendukung perkembangan industri asuransi kendaraan ke depan. Salah satunya adalah kebijakan pemerintah yang mendukung pertumbuhan industri otomotif dan sektor keuangan.

Di antaranya adalah potensi penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia yang dapat meningkatkan daya beli masyarakat terhadap kendaraan. Selain itu, keberlanjutan insentif pemerintah untuk kendaraan listrik juga diperkirakan akan mendorong peningkatan permintaan mobil ramah lingkungan.

Faktor lainnya adalah kondisi ekonomi nasional yang relatif stabil. Stabilitas ekonomi dapat meningkatkan kepercayaan konsumen untuk melakukan pembelian kendaraan sekaligus membeli perlindungan asuransi.

Dengan dukungan berbagai faktor tersebut, industri asuransi kendaraan diperkirakan tetap memiliki peluang untuk berkembang secara positif dalam jangka menengah.

Strategi Pengembangan Portofolio Perusahaan

Meskipun mencatatkan pertumbuhan premi, kontribusi lini asuransi kendaraan terhadap total portofolio bisnis GEGI masih relatif kecil. Hingga Februari 2026, segmen ini menyumbang sekitar 3% dari keseluruhan portofolio perusahaan.

Meski porsinya belum terlalu besar, GEGI tetap melihat peluang yang cukup menjanjikan pada segmen ini. Oleh karena itu, perusahaan berencana untuk memperluas pasar melalui berbagai strategi pengembangan bisnis.

Salah satu fokus utama yang akan dikembangkan adalah segmen mobil corporate fleet. Segmen ini dinilai memiliki potensi pasar yang cukup besar karena melibatkan kendaraan operasional perusahaan dalam jumlah yang banyak.

Selain itu, tingkat profitabilitas dari segmen corporate fleet juga dinilai cukup baik sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan.

Dengan memperkuat penetrasi pada segmen tersebut, GEGI berharap dapat meningkatkan kontribusi lini asuransi kendaraan terhadap portofolio bisnis secara keseluruhan. Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan di industri asuransi umum yang semakin kompetitif.

Melalui strategi tersebut, perusahaan optimistis dapat menjaga pertumbuhan premi sekaligus memperluas pangsa pasar pada sektor asuransi kendaraan bermotor di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index