BWPT Jual Seluruh Saham Anak Usaha di Kalbar Rp296,8 Miliar

BWPT Jual Seluruh Saham Anak Usaha di Kalbar Rp296,8 Miliar
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit.

JAKARTA – Perusahaan kelapa sawit PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) resmi menjual seluruh kepemilikan saham pada anak usahanya, PT Satria Manunggal Sejahtera (SMS), dengan total nilai kesepakatan sebesar Rp296,8 miliar.

Langkah strategis ini diambil demi menyelaraskan kembali portofolio aset perusahaan dan mendorong penggunaan modal agar menjadi jauh lebih efisien ke depannya.

Rizka Dewi Sulistyorini selaku Corporate Secretary Eagle High Plantations memaparkan bahwa penandatanganan berkas kesepakatan jual beli saham tersebut sudah diteken pada Senin, 8 Juni 2026, dengan menggandeng PT Andalan Energi Jaya dan PT Nusa Citra Palma selaku pihak pembeli.

"Perseroan telah melakukan divestasi atas aset perkebunan PT SMS sebagai bagian dari strategi perseroan dalam melakukan optimalisasi portofolio aset dan alokasi modal secara lebih efisien," ujar Rizka dalam keterbukaan informasi, Senin (8/6/2026).

Melalui aksi korporasi ini, kepemilikan saham BWPT di PT SMS kini sudah kosong sepenuhnya, baik yang digenggam secara langsung maupun lewat lini tidak langsung.

Sebelum divestasi ini terjadi, emiten berkode saham BWPT tersebut menguasai porsi kepemilikan saham mayoritas hingga menyentuh angka 99,99% pada entitas bersangkutan.

Pihak manajemen juga memberikan konfirmasi bahwa tidak ada ikatan afiliasi apa pun antara BWPT maupun PT SMS dengan kedua perusahaan yang bertindak sebagai pembeli baru tersebut.

Rencana pelepasan ini diproyeksikan mampu mendongkrak fokus internal dalam mengoptimalkan wilayah perkebunan lain yang mencatatkan produktivitas lebih tinggi serta punya sistem operasional yang padu.

Skema ini dinilai efektif untuk mendongkrak performa usaha secara berkala sekaligus menciptakan keuntungan jangka panjang yang menjanjikan bagi para investor.

"Melalui transaksi ini, perseroan diharapkan dapat memfokuskan pengelolaan pada aset perkebunan yang memiliki produktivitas dan integrasi operasional yang lebih tinggi sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja usaha serta penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham," tulis manajemen.

Pihak internal memastikan kalau penjualan PT SMS ini tidak memicu kendala operasional, mengganggu kesehatan neraca keuangan, ataupun mengancam keberlanjutan bisnis korporasi.

Di samping itu, emiten juga menggaransi kalau transaksi ini tidak memuat unsur transaksi afiliasi maupun benturan kepentingan yang menyalahi regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam 42/POJK.04/2020.

Merujuk pada data laporan tahunan, PT SMS adalah unit usaha perkebunan kelapa sawit yang sudah beroperasi semenjak tahun 2010 di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Harta kekayaan atau total aset dari entitas ini berada di angka Rp379,28 miliar pada tahun 2025, di mana angka tersebut menyusut dari perolehan tahun sebelumnya yang sempat menyentuh Rp444,96 miliar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index