JAKARTA - Nilai saham dari sederet perusahaan publik berstatus Badan Usaha Milik Negara terpantau serentak merangkak naik ke zona hijau pada penutupan pasar modal Senin 15 Juni 2026.
Mulai dari emiten sektor keuangan, bidang pertelekomunikasian, korporasi konstruksi, hingga industri transportasi publik, sebagian besar entitas pelat merah sukses membukukan lonjakan harga.
Di tengah kebangkitan portofolio saham pemerintah tersebut, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau kode emiten BMRI keluar sebagai jawara yang meraup keuntungan tertinggi lewat pertumbuhan sebesar 7,14 persen.
Merujuk pada publikasi resmi dari Bursa Efek Indonesia, harga BMRI meroket sebanyak 300 poin menuju level harga Rp4.500 per lembar.
Lompatan ini sekaligus menempatkan Bank Mandiri pada posisi puncak sebagai saham BUMN dengan catatan performa paling gemilang di antara emiten pelat merah yang dipantau.
Tidak mau kalah, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan kode BBNI turut mengunci pertumbuhan tinggi pada kisaran angka 6,74 persen menuju posisi Rp3.800 per lembar saham.
Aktivitas perdagangan saham perbankan skala besar ini ditopang oleh nilai transaksi yang menembus Rp418,04 miliar, di mana aksi borong oleh pemodal asing tampak mendominasi pasar.
Pada tempat lain, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan kode BBRI merayap naik sebesar 4,91 persen sehingga menempati zona harga Rp2.990 per lembar saham.
Kendati perputaran modalnya mencatatkan angka fantastis senilai Rp1,85 triliun alias yang paling masif di jajaran BUMN, tekanan jual dari investor masih sedikit lebih besar dibanding volume beli.
Beralih ke klaster konstruksi, PT Adhi Karya (Persero) Tbk atau ADHI berhasil menguat sebesar 5,70 persen untuk bertengger di level Rp167 per unit saham.
Sementara itu, maskapai nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan kode pasar GIAA ikut terbang naik 5,36 persen menuju pijakan harga Rp59 per saham.
Apresiasi positif ini sukses mengantarkan emiten GIAA masuk ke dalam lingkaran lima besar jajaran saham milik negara dengan persentase pertumbuhan tertinggi awal pekan.
Aksi beli juga menyelimuti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dengan kode TLKM yang melaju aman di zona apresiatif lewat peningkatan 2,45 persen menuju Rp2.930.
Untuk korporasi jalan tol PT Jasa Marga (Persero) Tbk atau JSMR menguat 2,31 persen ke nominal Rp2.660, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BBTN naik 2,38 persen ke Rp1.290.
Pada segmen industri bahan bangunan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dengan kode pasaran SMGR mengantongi keuntungan tipis sebesar 1,63 persen ke angka Rp1.555 per unit.
Sedangkan untuk PT PP (Persero) Tbk dengan kode emiten PTPP terpantau jalan di tempat pada level Rp202 setelah sebelumnya sempat menyentuh angka harian paling tinggi di Rp212.
Berikut merupakan daftar lengkap urutan emiten BUMN yang berhasil mencetak keuntungan paling tinggi pada awal pekan transaksi perdagangan Senin 15 Juni 2026:
BMRI naik sebesar 7,14 persen
BBNI naik sebesar 6,74 persen
ADHI naik sebesar 5,70 persen
GIAA naik sebesar 5,36 persen
BBRI naik sebesar 4,91 persen
TLKM naik sebesar 2,45 persen
BBTN naik sebesar 2,38 persen
JSMR naik sebesar 2,31 persen
SMGR naik sebesar 1,63 persen
PTPP stagnan atau sebesar 0,00 persen