Perkuat Ketahanan Energi Elnusa Garap Proyek Terminal BBM di Kaltim

Perkuat Ketahanan Energi Elnusa Garap Proyek Terminal BBM di Kaltim
PT Elnusa Tbk (ELSA).

JAKARTA - PT Elnusa Tbk (ELSA) memperkokoh andilnya dalam pendirian sarana infrastruktur energi nasional lewat pengerjaan proyek Terminal Terpadu Palaran di Kalimantan Timur. Agenda ini menjadi bagian dari program pemerintah untuk mengakselerasi hilirisasi sekaligus memperkuat ketahanan energi domestik.

Terminal Terpadu Palaran menjadi satu dari tiga proyek pembangunan tangki operasional bahan bakar minyak (BBM) nasional yang terhimpun dalam 13 Proyek Hilirisasi Strategis Tahap II senilai Rp116 triliun. Groundbreaking proyek ini telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada April 2026 dan ke depannya bakal dikelola Pertamina Patra Niaga.

Direktur Operasi Elnusa Andri Haribowo mengutarakan bahwa proyek tersebut memperlihatkan transformasi Elnusa selaku penyedia solusi energi terpadu yang kian kokoh dalam pembangunan infrastruktur energi tanah air.

"Proyek ini merupakan bukti nyata kemampuan Elnusa dalam mengintegrasikan kompetensi engineering, konstruksi, teknologi digital, dan HSSE untuk menghadirkan infrastruktur energi yang andal dan berkelanjutan," ujar Andri dalam keterangan resmi, Jumat (19/6/2026).

Menurut pandangannya, kehadiran Terminal Terpadu Palaran bakal memperkokoh distribusi energi di Kalimantan Timur sekaligus menjadi roda penyokong kemajuan industri, hilirisasi, serta stimulus ekonomi kawasan, termasuk memperkuat ekosistem Ibu Kota Nusantara (IKN).

Infrastruktur tersebut dirancang memiliki volume daya tampung penyimpanan menyentuh 37.500 kiloliter yang terbagi ke dalam 12 tangki BBM. Fasilitas ini ikut ditopang dengan dermaga atau jetty berkapasitas 7.500 deadweight ton (DWT), jaringan perpipaan terpadu, sarana truck loading, serta sederet fasilitas operasional maupun keselamatan.

Beriringan dengan terminal BBM di Biak dan Maumere, pengerjaan Terminal Terpadu Palaran diharap dapat mendongkrak kapasitas tampung BBM nasional sekaligus mengoptimalkan distribusi pasokan energi, khususnya pada wilayah Indonesia Timur.

Dalam realisasi proyek ini, Elnusa bersinergi dengan PT Pamitra Jaya Konstruksi melalui wadah konsorsium dengan Elnusa bertindak sebagai pemimpin persekutuan usaha. Perseroan bertanggung jawab atas seluruh tahapan kerja mulai dari rancang bangun (engineering), process safety, pengadaan bahan baku strategis, pengerjaan konstruksi lintas disiplin, hingga fase commissioning serta legalitas sertifikasi fasilitas.

Guna mendongkrak efisiensi operasional serta keandalan sistem, terminal ini bakal ditopang beraneka teknologi digital modern, seperti Terminal Automation System (TAS), Automation Tank Gauging, In-line Blending Biosolar, perangkat metering digital, hingga sistem proteksi keselamatan terpadu.

Kompleks terminal ini juga bakal dihubungkan menuju jaringan distribusi energi yang berskala lebih luas melalui perpaduan pipa transmisi (pipeline) Balikpapan-Samarinda, fasilitas jetty, serta truck loading demi mengerek fleksibilitas sekaligus efisiensi rantai pasok energi regional.

"Ketahanan energi membutuhkan infrastruktur yang modern, terintegrasi, dan mampu mengikuti perkembangan kebutuhan industri. Melalui proyek Terminal Terpadu Palaran, Elnusa berkontribusi dalam membangun fondasi distribusi energi yang lebih kuat dan efisien untuk mendukung agenda hilirisasi, pertumbuhan industri, serta kemandirian energi nasional," kata Andri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index