JAKARTA - Piala Dunia 2026 menyajikan atmosfer istimewa bagi banyak warga Amerika Serikat, termasuk Jonathan Campbell, pemain asal Amerika Serikat yang kini berkarier di sepak bola Indonesia. Bagi dirinya, penyelenggaraan turnamen akbar dunia di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi pengalaman yang berkesan.
Meski tengah merantau, ia tetap menikmati atmosfer Piala Dunia 2026 yang kembali hadir di negaranya setelah lebih dari tiga dekade berlalu.
"Rumah saya di Tennessee tidak berada dekat dengan stadion-stadion penyelenggara, tetap menyenangkan karena kompetisi terbesar di dunia berlangsung di negara saya sendiri," kata pemain klub promosi ke Super League 2026-2027 Adhyaksa FC kepada Kompas.com.
Saat Piala Dunia terakhir kali digelar di Amerika Serikat pada 1994, ia masih terlalu kecil untuk benar-benar merasakan kemeriahan turnamen tersebut. Kini, kesempatan itu datang kembali dan ia tidak ingin melewatkannya.
"Sejauh ini saya sudah menonton hampir setiap pertandingan yang telah dimainkan," imbuhnya.
Pada gelaran Piala Dunia 2026 ini, Timnas Amerika Serikat memulai laga dengan hasil impresif. Tim asuhan Mauricio Pochettino mengalahkan Paraguay dengan skor telak 4-1 pada laga pembuka babak penyisihan Grup D.
Kemenangan tersebut menjadi catatan bersejarah karena untuk pertama kalinya Timnas Amerika Serikat mampu mencetak empat gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.
"Sejujurnya, mereka benar-benar mengejutkan saya pada pertandingan pembuka. Saya tahu kami memiliki banyak pemain berbakat di tim nasional, tetapi sebelum Piala Dunia dimulai mereka tampak belum menemukan performa terbaik sebagai sebuah tim," ujar Jonathan Campbell.
"Jika bisa bermain seperti yang mereka tunjukkan pada babak pertama melawan Panama, maka mereka akan melangkah dengan sangat baik ke depan."
"Saya sangat bangga dengan penampilan mereka di laga pembuka dan berharap mereka terus meningkatkan level permainan seiring berjalannya turnamen," imbuhnya.
Timnas Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang konsisten tampil di Piala Dunia. Jonny Campbell menilai perkembangan sepak bola Amerika tidak terjadi secara instan, melainkan dibangun melalui fondasi pembinaan usia muda yang semakin kuat.
"Perkembangan sepak bola di Amerika Serikat berlangsung sangat pesat dari tahun ke tahun, terutama dari level akar rumput," kata pemain yang memulai kariernya di Asia Tenggara bersama Chachoengsao FC, Thailand, pada 2017-2018 tersebut.
Untuk itu, ia juga menaruh perhatian terhadap perkembangan sepak bola Indonesia, tempat ia berkarir saat ini. Ia melihat peningkatan kualitas yang terus terjadi dari tahun ke tahun.
"Untuk Indonesia, saya melihat mereka terus berkembang setiap tahun dan tim nasionalnya dipenuhi pemain-pemain bertalenta. Saya juga sangat menyukai staf pelatih mereka dengan John Herdman sebagai pelatih kepala," ujar Jonathan Campbell.
"Pernah saya merasakan langsung gaya kepelatihannya, bagi saya dia adalah pelatih kelas atas, memiliki banyak ide bagus serta selalu menuntut standar tinggi dalam setiap sesi latihan," imbuhnya.
Kini di tengah perkembangan yang terus berlangsung, ia optimistis timnas Indonesia memiliki peluang untuk mewujudkan mimpi tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.
"Timnas Indonesia memiliki masa depan cerah dan saya berharap mereka bisa bersaing serta lolos ke Piala Dunia berikutnya. Saya akan sangat bangga melihat mereka mampu mewujudkan hal tersebut," pungkas mantan pemain Persela Lamongan.