Sebanyak 47.250 Ton Pupuk Ekspor Perdana Indonesia Tiba di Australia

Sebanyak 47.250 Ton Pupuk Ekspor Perdana Indonesia Tiba di Australia
Presiden Direktur PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi (kiri), Duta Besar Indonesia untuk Australia Siswo Pramono (kedua kiri), dan Wakil Sekretaris Pertama, Kementerian Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia Amanda Calmers (kanan) dalam acara seremon

JAKARTA - Ekspor pupuk urea produksi PT Pupuk Indonesia sebanyak 47.250 ton yang menjadi pengiriman perdana melalui skema antarpemerintah (Government to Government/G to G) resmi mendarat di Pelabuhan Brisbane, Australia, Senin.

Pengiriman ini menjadi bagian awal dari kesepakatan ekspor total 250 ribu ton antara Pemerintah Indonesia dan Australia. Puluhan ribu ton bahan baku pertanian tersebut diangkut menggunakan Kapal Madi Luna dari Bontang, Kalimantan Timur, sejak Mei 2026.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi di Pelabuhan Brisbane, Australia, menerangkan ekspor komoditas ini ditujukan untuk memperkokoh ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas rantai pasok pupuk di area Indo-Pasifik.

"Australia dari waktu ke waktu selalu jadi pasar utamanya pupuk urea Indonesia. Tapi pengiriman ini spesial, karena diatur melalui skema G to G dan melalui kontrak jangka panjang," katanya.

Rahmad memaparkan pada fase perdana ini volume kargo menyentuh angka 47.250 ton. Pasokan lanjutan bakal digulirkan bertahap sampai Desember 2026 hingga menggenapi total target sebesar 250.000 ton.

Menurut dia, ekspor pupuk itu akan memperkuat posisi Indonesia sebagai stabilisator pasokan pupuk di regional dan mendukung langkah pemerintah Indonesia untuk memperkuat diplomasi pangan.

"Pentingnya Indonesia dan Australia saling kerja sama, karena kedua negara saling membutuhkan," ujar dia.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk Australia Siswo Pramono mengemukakan hubungan bilateral kedua negara kian solid, khususnya semenjak implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

Sesuai penjelasan Siswo, nilai perdagangan kedua belah pihak melonjak tajam dalam kurun waktu lima tahun pamungkas, yakni dari kisaran 14 miliar dolar Australia meroket hingga menembus 32 billion dolar Australia.

Lewat kemitraan suplai pupuk ini, Siswo menilai korelasi Indonesia serta Australia dalam menyokong sistem ketahanan pangan masing-masing wilayah bakal terjalin semakin intim.

Menurut Siswo, hubungan perdagangan kedua negara bersifat saling menguntungkan karena Indonesia juga mengimpor berbagai komoditas pertanian dari Australia, termasuk kapas dan gandum yang menjadi bahan baku penting bagi industri nasional.

"Indonesia yang kuat menguntungkan Australia dan Australia yang kuat menguntungkan Indonesia," kata Siswo.

Duta Besar RI untuk Australia Siswo Pramono dalam penyambutan ketibaan ekspor pupuk urea perdana dalam skema "government to government" dari PT Pupuk Indonesia ke Australia sebanyak 47.250 ton di Pelabuhan Brisbane, Australia, Senin (22/6/2026). (ANTARA/Indra Arief Pribadi)

Sementara itu, Asisten Sekretaris Pertama Departemen Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia Amanda Calmers berpendapat pasokan dari Indonesia memberikan rasa aman bagi petani lokal sekaligus menunjang ketahanan pangan kawasan.

"Pupuk ini memberikan kepastian dan keyakinan yang dibutuhkan para petani kami, tetapi juga memberikan ketahanan pangan bagi Australia dan kawasan yang kami miliki bersama," ujar dia.

Berdasarkan keterangan pihak mitra operator Pupuk Indonesia di Australia, Incitec Pivot Fertilisers, pasokan ini bakal dialokasikan guna menyokong budi daya kapas, gandum, buah, serta sayur di Queensland dan New South Wales utara sebelum digeser ke Geelong.

"Hasil pertanian yang ditanam Australia nantinya akan kembali menemukan jalannya ke Indonesia, dan hubungan antara Pupuk Indonesia, Incitec Pivot, serta pemerintah Indonesia dan Australia merupakan hubungan yang sangat penting ketika kami berupaya memastikan ketahanan pangan dan ketersediaan pupuk bagi petani Australia," ujar Chief Operating Officer Incitec Pivot Fertilisers Scott Bowman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index