JAKARTA -- Apple dikabarkan akan segera memulai fase produksi massal untuk ponsel lipat pertama mereka, iPhone Ultra, pada akhir Juli 2026. Produk ini rencananya bakal dirilis ke publik pada September mendatang.
Dilansir dari Macrumors, Rabu (24/6), Apple tetap berkomitmen menjaga jadwal peluncuran sesuai rencana awal. Sebelumnya, sempat beredar rumor penundaan akibat kendala pada mekanisme engsel perangkat.
Jurnalis teknologi Bloomberg, Mark Gurman, sempat melaporkan bahwa perangkat ini kemungkinan tidak akan meluncur bersamaan dengan seri iPhone 18 Pro. Namun, laporan terbaru menyebutkan jadwal rilis tetap pada September.
iPhone Ultra hadir dengan mengusung desain lipat model buku. Layarnya menggunakan panel OLED berukuran 7,8 inci yang dipasok langsung oleh pihak Samsung Display.
Panel layar ini menggunakan teknologi integrasi lapisan penyaring warna baru. Inovasi tersebut membuat struktur layar menjadi jauh lebih tipis, ringan, serta efisien dalam penggunaan daya.
Selain layar utama, ponsel ini juga dikabarkan memiliki layar sekunder berukuran 5,5 inci pada bagian luar. Komponen engsel pun diproduksi menggunakan teknologi 3D printing dari pemasok khusus.
Apple sebelumnya sempat menghadapi tantangan pada ketahanan engsel. Setelah diuji coba lipat jutaan kali, muncul suara tertentu, namun kini sebagian besar masalah tersebut sudah berhasil diatasi.
Menurut informasi spesifikasi yang beredar, perangkat ini akan ditenagai chipset Apple A20 serta modem C2 generasi terbaru. Sektor keamanan akan beralih menggunakan sensor sidik jari Touch ID.
Sensor tersebut akan diintegrasikan pada tombol daya, berbeda dengan model iPhone kelas atas saat ini yang menggunakan Face ID. Ponsel ini juga dikabarkan dibekali dua kamera belakang.
Untuk harga, iPhone Ultra diperkirakan dibanderol sekitar 2.000 dolar AS atau setara Rp35,8 juta. Nilai tersebut menjadikannya salah satu produk iPhone termahal yang pernah dipasarkan Apple.