Wamenaker Nilai Sektor Pariwisata dan Budaya Mampu Ciptakan Kerja

Wamenaker Nilai Sektor Pariwisata dan Budaya Mampu Ciptakan Kerja
Biro Humas Kemnaker dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor.

JAKARTA - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor memastikan bahwa sektor pariwisata serta kebudayaan memegang andil strategis untuk membuka lapangan kerja baru sekaligus mendongkrak kesejahteraan publik.

Wamenaker dalam pernyataan resminya memandang eskalasi kedua lini tersebut sanggup memicu beragam roda aktivitas ekonomi yang menyalurkan faedah langsung bagi penduduk di kawasan daerah.

“Ketika budaya, pariwisata, ekonomi kreatif dan UMKM berkembang maka kesempatan kerja akan semakin terbuka dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” kata dia.

Afriansyah mengimbuhkan bahwa rancangan pembangunan aspek ketenagakerjaan wajib bergulir berdampingan dengan akselerasi potensi unggulan di tiap wilayah.

Oleh karena itu, dirinya menyampaikan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) konsisten mempertajam program penajaman keahlian pekerja yang sejalan dengan tuntutan industri pariwisata dan ekonomi kreatif, layaknya bidang perhotelan, pemandu wisata, tata boga, manajemen acara, hingga rancang rupa komoditas ekraf.

“Kami ingin masyarakat lokal menjadi pelaku utama pembangunan pariwisata di daerahnya sendiri. Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi kunci agar peluang ekonomi yang tumbuh dapat dimanfaatkan secara optimal oleh tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Bukan sebatas menggembleng tenaga kerja yang andal, Kemnaker pun konsisten memicu pengokohan lini kewirausahaan lewat bimbingan, pendampingan bisnis, serta eskalasi produktivitas pekerja supaya sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) andal melebarkan sayap ke pangsa pasar yang kian lapang.

“UMKM harus terus naik kelas. Produk unggulan daerah tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi juga harus mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional,” katanya.

Di samping itu, Afriansyah turut menggarisbawahi urgensi peralihan digital serta pembentukan kompetensi talenta muda dalam menyokong publikasi sektor pariwisata sekaligus khazanah budaya.

Mengacu pada penuturannya, generasi muda wajib disokong untuk menjelma sebagai pembuat konten, pemasar digital, serta aktor ekonomi kreatif yang andal memamerkan daya tarik daerah ke panggung global.

Lebih jauh lagi, stimulus ekonomi di tingkat daerah pada ceruk pariwisata dan kebudayaan juga bisa dipicu lewat penyelenggaraan festival adat setempat.

Menurut opininya, efek perputaran uang yang dilahirkan sektor pariwisata dan kebudayaan menjadikan kedua bidang ini sebagai media krusial dalam memacu pembangunan yang menyeluruh dan berjangka panjang.

“Festival budaya bukan sekadar menghadirkan tontonan, tetapi juga membuka peluang usaha, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index